ASWATAMA GANDRUNG (1)

168 views
Aswatama menghadap Bethari Durga, minta dukungan untuk mempersunting Dewi Antiwati.

ASWATAMA putra Pendita Durna sedang menggugat dunia perwayangan, khususnya para dalang pembuat lakon carangan. Kenapa tidak ada cerita wayang tentang “Aswatama krama” atau Aswatama memperoleh wahyu. Yang ada justru lakon-lakon tentang kegenitan sang ayah, yakni ketika pendita dari Sokalima itu ingin mempersunting Dewi Rukmini dari Kumbina, Setyaboma dari Lesanpura dan Srikandi dari Pancala. Padahal semuanya itu gagal total, Pendita Durna hanya tambah kondang tapi wayang lain yang nunggang.

Terakhir, Aswatama dapat kabar bahwa sang ayah mencoba mendekati Dewi Drupadi, yang kini sedang kembali ke rumah oragtuanya, Prabu Drupada di Pancala. Masalahnya, Prabu Puntadewa sudah beberapa minggu ini menghilang. Pendita Durna  ingin memanfaatkan status “janda” Drupadi. Habis jadi bini raja lalu dipersunting paranormal atau ahli nujum kraton, kan  gengsinya nggak jatuh-jatuh amat.

“Kanjeng rama, bapak kan sudah tua, KTP seumur hidup, naik busway sudah digratiskan, kok masih pengin kawin melulu sih. Ingat dong sama anak, usiaku sudah menjelang 40 tahun, tapi belum pernah “mbelah duren” sama sekali,” protes Aswatama pada sang ayah, suatu pagi di padepokan Sokalima.

“Sabar anakku, sabar. Namanya bapak, di mana pun selalu memikirkan anak. Maksud saya begini, Aswatama. Bapak biarkan saja mengawini Drupadi, nanti jika kamu jadi pengantin, saat panggih di Balai Sudirman kan orangtuamu sudah komplit ketika salaman dengan para tamu, gitu lho…..” jawab Pendita Durna sok bijak.

“Ah, gombil…..!”

Aswatama lalu ngeloyor pergi, kembali tugas keseharian di pertapan Sokalima, bersih-bersih padepokan. Suasana sepi sekali, karena para cantrik dipulangkan, gara-gara wabah Corona. Tugas nyapu dan ngepel lantai yang biasanya menjadi tanggungjawab para cantrik, kini mau tak mau diambil alih Aswatama.