Selalu Bersama Tuhan

103 views
Sehabis salat 5 waktu sebaiknya berdzikir.

Zikir dan wirid adalah mengucapkan (reciting) secara berulang-ulang sebagai sarana untuk mengingat Tuhan. Ada yang berpendapat zikir atau wirid di dalam hati (batin) dan atau boleh sambil berguman lebih baik daripada dibaca keras-keras. Isi zikir dan wirid adalah puji-pujian persembahan kepada  keaguangan Tuhan, sekaligus doa. Demikian pula kidung.

Di agama Hindu dikenal ada mantra dan mazmur di agama Kristen. Tujuan semuanya adalah agar kita selalu ingat kepada Tuhan. Orang Jawa bilang eling (sadar, terjaga, waspada) atas kehadiran Tuhan di sembarang tempat dan waktu, karena Tuhan tidak pernah mengantuk dan tidur.

Bagi kaum pencari hakikat, salat (sembahyang)  yang terbaik adalah salat daim, yakni salat sepanjang waktu, di sembarang tempat dan sedang melalukan apa saja. Apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dikerjakan diniatkan sebagai ibadah, menyembahh Tuhan dalam pengawasan, penjagaan, penyelenggaraan dan pemeliharaan Allah.

Apa manfaat Suluk Kidung Kawedar di era modern, teknologi digital dan medsos (media sosial) yang serbainstan kini? Tentu ada dan bahkan banyak, di antaranya memperluas wawasan pemikiran, mengetahui sejarah bangsa yang kaya, mempelajari strategi penyebaran ilmu secara damai dengan pendekatan budaya (kearifan) lokal dengan khazanah tak terpanai yang perlu dilestarikan dan dapat “dijual” sebagai objek wisata spiritual.

Hal yang paling pokok, kidung itu menawarkan keselamatan sebagai sumber kebahagiaan dan kedamaian batin (peace of mind). Pengalaman batin merasa bersatu dengan Tuhan, bagi yang pernah mencicipinya, sungguh sangat menggairahkan, membahagiakan, dan mendamaikan, tiada bandingannya dengan kenikmatan duniawi.

Rabindranath Tagore dalam salah satu puisinya melukiskan dengan indah kemanunggalan setiap saat dengan Tuhan sebagai berikut:

They who are sitting near me, do not know that You are nearer than they are,