Sekitar 700 Jamaah Tabligh Asal Indonesia Depresi karena Terjebak Lockdown India

28.814 views
Jamaah Tabligh. Foto: Anadolu

JAKARTA – Sekitar 700-an warga Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Jamaah Tabligh terjebak di India, karena negara itu memberlakukan lockdown atau karantina wilayah sejak 23 Maret 2020.

Khairil Marzuq WNI asal Medan, anggota Jamaah Tabligh menceritakan 725 WNI tersebut sudah tiba di India sejak Januari 2020 untuk berdakwah di seluruh wilayah di sana.

Namun dengan adanya kebijakan lockdown dari pemerintah India itu, anggota Jamaah Tabligh tidak bisa kembali ke Indonesia.

Padahal, kata dia, para jamaah telah mempersiapkan tiket dan kepulangannya ke Indonesia.

“Kita sudah punya tiket pulang sebenarnya dan semua perjalanan sudah direncanakan, tapi karena pemberlakuan lockdown yang terlalu lama sehingga menyusahkan kita semua, terlebih ada yang sudah beli dua kali tiket hangus juga tdak bisa digunakan dan sudah direschedule juga tidak bisa,” kata Khairil Marzuq, kepada Anadolu Agency.

Bahkan, ucap dia, pusat Jamaah Tabligh di Masjid Nizamuddin Markaz telah meminta pemerintah India membantu mengevakuasi jamaah yang berasal dari berbagai negara sebelum lockdown diberlakukan, namun tidak mendapat tanggapan.

“Kita sudah minta itu agar dibantu dan diberikan keringanan karena sebagian border state mereka ditutup, dan pihak Nizamuddin meminta agar mereka ini dibolehkan lewat,” kata dia.

Para Jamaah akhirnya dikarantina oleh otoritas setempat setelah adanya kebijakan lockdown.

Khairil mengatakan WNI tersebut dikarantina di 34 titik yang tersebar di India, 27 titik di Kota New Delhi dan 7 titik di luar kota New delhi.

“Ada yang dia di ruangan terkunci semua, jadi semua pintu terkunci digembok sudah 21 hari atau 22 hari begitu mereka sudah berada di ruangan terkunci dan hanya diberikan makanan yah seperti tahanan lah,” jelas dia.