ASWATAMA GANDRUNG (3)

60 views
Pendita Durna kaget dan malu, karena ketemu Aswatama anak sendiri di LP Medaeng.

SINGGASANA baru itu bukan dalam bentuk kekuasaan raja, tapi sekedar Rutan ukuran 2,5 X 1 meter, sehingga tentu saja SSSSS (Sangat Sempit Selonjor Saja Susah). Di situlah sekarang Patih Udawa berada, padahal mustinya dua minggu lagi naik ring di Wisma Bethari. Lalu malam harinya tentu saja, “serangan umum” non 1 Maret 1949 tak peduli harus melanggar physical distancing. Tapi target itu kini gagal total. Patih Sengkuni jadi bermuram durja, sementara Dewi Antiwati menangis sepanjang hari bebas pulsa.

Pengacara Tumenggung Arta Pradoto sudah minta penangguhan penahanan ke Prabu Kresna, tapi ditolak oleh kepolisian Dwarawati. Prabu Duryudana juga sudah kirim WA ke Prabu Kresna, tapi bernasib sama dengan alasan raja Dwarawati tak mau intervensi hukum. Seperti apa tindakan polisi, itu wewenangnya mutlak.

“Tapi apa Kangmas Prabu tidak repot, nanti sekian bulan bahkan tahun tanpa patih. Contoh kasus, itu gubernur DKI sempat jomblo karena hampir 2 tahun tanpa Wagub.” Kata Prabu Duryudana.

“Ndak masalah, aku bisa mengerjakan semuanya kok. Kan dana Operasional Patih otomatis bisa saya kanthongi sendiri,” jawab Prabu Kresna bisik-bisik.

Sementara itu Bethari Durga tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba meluangkan waktu ke Plasa Jenar tempat tinggal Patih Sengkuni. Tentu saja orang kedua di Ngastina ini terkaget-kaget, tumben-tumbenan penguasa Pasetran Gandamayit ini mampir ke kepatihan Ngastina. Ada apakah gerangan?

“Kehormatan buat saya, karena Eyang Bethari sudi mampir ke sini. Tapi apa nggak kena razia polisi Covid-19, kan wayang juga dilarang kelayapan dan harus tinggal di rumah saja?” sambut Patih Sengkuni.

“Saya kan ahlinya ahli, intinya inti. Jadi asal sudah pakai masker, amanlah ke mana-mana,” jawab Bethari Durga yang rupanya penggemar Youtuber Pak Ndul dari Madiun.