Antibodi Pasien SARS Bisa Cegah Covid-19

18 views
Berita menggembirakan, antibodi pasien yang sembuh dari sindrom pernafasan akut (SARS) bisa digunakan melawan infeksi Covid-19. (ilustrasi Detik.com)

ANTIBODI pasien yang sembuh dari penyakit sindrom pernafasan akut (Severe Accute Respiratory Syndrome – SARS) bisa digunakan untuk mencegah orang yang terpapar Covid-19.

Kantor Berita Perancis AFP menyebutkan,  temuan hasil penelitian lab dalam upaya mencari terobosan untuk mengobati pasien Covid-19 tersebut dilakukan para ilmuwan berbasis di Swiss dan Amerika Serikat dengan mengisolasi antiabodi mantan pasien SARS.

SARS yang menjadi pandemi pada 2003 bermula dari provinsi Guangdong, China menewaskan 774 orang di sejumlah negara walau penyebarannya tidak semasif Covid-19 yang sejauh ini (18 Mei) sudah menewaskan 319.779 orang dan memapar hampir 4.9 juta warga di 216 negara.

Eksperimen yang menggunakan 25 jenis antibodi berbeda, dihasilkan  lonjakan protein spesifik pada virus untuk untuk melihat apakah antibodi-antibodi yang diteliti dapat mencegah sel terinfeksi Covid-19.

Patogen penyebab SARS maupun Covid-19 adalah famili virus corona yang diduga berasal dari hewan dengan struktur serupa dan ekspremine tersebut berhasil mengindentifikasi delapan  antibodi yang dapat mengikat sel terpapar Covid-19.

Satu kandidat antibodi berkode S309 terbukti memiliki “kemampuan  netralisasi sangat kuat” terhadap Covid-19 sehingga penggabungan  S309 dengan antibodi lain yang kurang kuat, dihasilkan situs berbeda pada lonjakan protein virus dan pada gilirannya dapat menekan potensi virus untuk bermutasi.

Sementara Jurnal Nature menilai, hasil temuan tersebut membuktikan, antibodi dari SARS dapat mencegah infeksi Covid-19 dan membuka jalan untuk menggunakan antibodi S309 untuk profilaksis (pencegahan) pada individu yang berisiko tinggi terpapar, atau sebagai terapi pasca-penyembuhan pasien Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19 yang terus menelan korbannya dan belum ditemukanya vaksin untuk melawannya, konsep penggunaan antibodi eks-pasien  SARS untuk menyembuhkan korban Covid-19 menjadi angin segar. (AFP/ns)