115 Pedagang Daging Sapi di sejumlah Pasar Jabodetabek Negatif mengandung Cemaran Babi

44 views

BOGOR – Isu peredaran daging sapi yang dipalsukan dari daging babi membuat resah masyarakat. Hal ini berawal dari adanya temuan pemalsuan daging sapi dengan daging babi menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H di beberapa wilayah, seperti Bandung pada tanggal 11 Mei 2020 dan di Pasar Bengkok, Kota Tangerang beberapa waktu lalu.

Hal ini mendorong Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bekerja sama dengan beberapa dinas/instansi pemerintah menginisiasi pengambilan sampel (Sampling) daging sapi di sejumlah tempat di wilayah Jakarta, Bogor, Kabupaten/Kota Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek). Hal ini untuk menjamin kepastian daging sapi dari pemalsuan dengan daging babi bagi masyarakat muslim Indonesia. Sampling dilakukan pada periode 16 Mei 2020 s.d. 21 Mei 2020.

Dari laporan sampling tersebut, didapatkan hasil bahwa semua sampel tidak terdeteksi adanya cemaran daging babi. Sampel yang diambil telah diuji dengan menggunakan pork detection kit (PDK) dan metode uji identifikasi DNA babi dilakukan dengan real-time PCR pada Laboratorium LPPOM MUI di Bogor dan Laboratorium LPPOM MUI Cikarang. Sampling dilakukan terhadap 115 pedagang daging sapi di 33 pasar tradisional yang berada di kawasan Jabodetabek

Adapun ke-33 pasar tradisional tersebut antara lain: Pasar Rawasari, Senen, Cikini, Sukapura, Kelapa Gading, Teluk Gong, Kramat Jati, Pulogadung, Cakung, Kebayoran Lama, Tebet, Rumput, Warung Buncit, Slipi, Cengkareng, Jelambar (DKI Jakarta). Pasar Bogor, Anyar (Kota Bogor). Pasar Cibinong, Ciawi, Cisaru (Kabupaten Bogor). Pasar Agung, Kemiri Muka, Cisalak (Kota Depok). Pasar Cikupa (Kabupaten Tangerang). Pasar Anyar, Ciputat (Kota Tangerang). Pasar Baru Bekasi, Kranji Baru, Wisma Asri (Kota Bekasi). Pasar Tambun, Setu, Cikarang (Kabupaten Bekasi).