Mengkudu Anti Covid-19?

754 views
Buah mengkudu atay pace, diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk Covid-19?

KABAR terakhir dari Rumah Sakit Dadi, Makassar menyebutkan, 33 pasien positif Corona dinyatakan sembuh berkat minum jus mengkudu. Jika benar, ini berita yang sangat menggembirakan. Buah mengkudu sangat akrab bagi kita, karena tumbuh di mana-mana. Cuma beda daerah sering beda nama. Semoga saja benar adanya, karena kita meyakini –sesuai dengan hadits Nabi– bahwa segala penyakit yang diturunkan Allah Swt ke bumi selalu disertakan pula obatnya.

Buah mengkudu tumbuh di semua wilayah Indonesia, karena penyebarannya mudah sekali. Bukan saja ditanam orang, dia bisa tumbuh dengan sendirinya karena buahnya yang masak terbawa oleh codot atau kampret yang tidak pernah berseberangan dengan kecebong. Hanya kabar ini sangat kontradiktif dengan isyu yang beredar selama ini bahwa virus Covid berawal dari air liur codot dari Wuhan, Tiongkok.

Mengkudu yang bernama latin morinda citrifolia orang Jawa Jateng-Jatim-DIY menyebutnya sebagai pace, atau cangkudu (Sunda), tibah (Bali), atau noni kata orang Betawi. Sebagai mana durian, ketika sudah masak baunya tak bisa diterima oleh hidung semua orang. Durian saking baunya yang menyengat tajam, masuk pesawat pun dilarang. Mengkudu tak sampai dilarang, karena mungkin tak ada orang mau bawa-bawa mengkudu dalam penerbangan.

Bagi yang suka, mengkudu mateng rasanya pedes-pedes gimana gitu. Tapi yang tak suka bisa muntah untuk yang tidak tahan baunya. Maka bagi kalangan bocah, buah mengkudu mateng suka dibuat ngerjain teman sendiri. Tahu-tahu buah itu dilempar ke tubuh teman, ceprottt……! Maka saran bagus bagi pendemo di semua penjuru dunia, ketimbang melempar politisi dengan telur busuk, mending pakai buah mengkudu saja. Telur busuk baunya sangat busuk, tapi bau mengkudu masak masih ada “enak-enak”-nya barang sedikit.