Negara (Tidak Boleh) Kalah Lawan Preman

159 views
Kelompok pimpinan John Kei digelandang polisi akibat aksi keributan dan kekerasan berujung maut di kawasan Tangerang dan Cengkareng, Minggu lalu. (21/6)

KEMANA lagi rakyat akan mengadu dan berlindung jika negara sampai takluk atau tidak berdaya menghadapi aksi-aksi premanisme yang meresahkan dan mengancam ketenteraman, bahkan jiwa mereka?

Jadi tepat sekali penegasan Kapolri Jenderal (Pol.) Idham Aziz, Senin (22/6) yang  memastikan, jajarannya tidak akan memberi ruang gerak pada kelompok preman yang membuat masyarakat resah dan takut.

“Kuncinya, negara tidak boleh kalah dengan para preman, “ tandasnya seraya berjanji akan mengawal kasus yang melibatkan John Kei dan kelompoknya sampai ke tingkat persidangan.

Kelompok John Kei terlibat keributan dan perusakan rumah yang dihuni geng pimpinan Nus Kei yang juga kerabatnya di kluster Australia, perumahan Green Lake City, Tangerang, Banten, Minggu  (21/6).

Aksi penyerangan dan penembakan di Kompleks Perumahan Green Lake City tersebut diduga dilatarbelakangi urusan utang-piutang antara kelompok John Kei  dan Nus Kei, penghuni di perumahan itu.

Pada waktu hampir bersamaan, di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, diduga empat anggota kelompok John Kei melakukan pembacokan terhadap anggota kelompok  Nus Kei berinisial YDR yang sedang berkendara motor hingga tewas, sementara rekannya, AR luka parah.

Polisi yang bergerak cepat, malam hari yang sama berhasil mencokok  30 anak  buah John Kei di sebuah rumah di Jl. Titian Indah Utama X, Kel. Kali Baru, Kec. Medan Satria, Bekasi bersama sejumlah barang bukti  puluhan tombak, stik base ball dan aneka senjata tajam.

Tidak hanya kali ini saja John Kei yang baru saja mendapat status bebas bersyarat Desember lalu terlibat keributan bersama kelompoknya sehingga ia dijerat pasal berlapis seperti kepemilikan senjata api, perusakan dan penganiayaan dengan ancaman pidana mati.

Sudah Tak Asing Lagi