Bakso Ber-“micin” Ludah

887 views
Gara-gara ulah Windra, pedagang bakso cuanki sebagaimana gambar di atas bisa dijauhi konsumen. Tapi biasanya hanya sementara.

TUKANG bakso Windra Suherman (21), agaknya kebanyakan makan micin. Bagaimana sih, ludahnya sendiri dijadikan “micin” untuk penyedap dan penglaris bakso dagangannya. Masya Allah….., era milenial begini masih ada orang percaya dukun.  Apa dia nggak mikir bahwa sekarang CCTV ada di mana-mana? Padahal ulahnya itu salah-salah bisa merusak pasar perbaksoan di Jakarta, meski hanya sementara.

Ludah dan lidah itu satu paket, saling berhubungan. Tak percaya, coba saja saat mau menempel perangko atau meterai. Jika tak ada lem, ke mana larinya? Paling praktis dan ekonomis ya tinggal melet, dijilat itu perangko atau meterai, lalu ditempel. Selesai itu masalah. Begitu pula orang baca buku, banyak juga yang membuka lembarannya dibantu dengan olesan air ludah. Pasti anak sekarang akan bilang, ih…..jorok!

Ludah memang menjijikkan,  sehingga orang diludahi bisa tersinggung. Meludah seenaknya juga dilarang, sehingga sering ada papan peringatan: jangan meludah sembarangan. Masalahnya, jika pemilik ludah itu pengidap TBC atau pembawa virus Covid-19, bisa menular ke orang lain, yakni bagi penginjak ludah tersebut.

Tapi beda lagi dengan ludahnya kiyai atau dukun supit (khitan). Olesan ludah kiyai yang diiringi doa komat-kamit, bisa menyembuhkan penyakit. Bahkan dukun khitan juga mengolesi luka khitan pasiennya dengan ludah agar cepat kering. Maka dalam kultur orang Jawa ada istilah “idu bacin”.

Dalam dunia anak muda, pacaran sampai “tukar ludah”  juga sering terdengar. Itu terjadi ketika ciumannya kelewat hot. Padahal kata dokter, pertukaran ludah itu sama saja menstransver 278 jenis bakteri ke pasangannya. Apa lagi musim Corona begini, berciuman kelewat hot jadi perantara efektif Covid-19.

Bagaimana dengan ludahnya tukang bakso cuanki ala Windra Suherman? Ini baru saja viral di medsos. Gara-garanya, dia percaya omongan dukun Joko –tapi jelas bukan Ki Joko Bodo– bahwa agar baksonya laris, ludahi saja setiap mangkok untuk konsumen. Maka saat meracik bakso pesanan pelanggan, dia mencuri-curi untuk meludahi semangkok bakso itu sebelum dihidangkan ke pembeli.