Selasa , 26 September 2017
Home > S. Sinansari ecip

S. Sinansari ecip

Songkok Putih dan Songkok Hitam

Pada aksi 212 jumlah yang hadir di Monas dan sekitarnya, luar biasa banyaknya. Mereka berpakaian muslimah-muslim. Yang perempuan berhijab dengan bagian atasnya adalah jilbab. Untuk prianya diwajibkan baju putih tanpa leher baju dan songkok warna putih. Biasanya yang dipakai kaum muslim adalah songkok hitam beludru. Songkok hitam kemudian diformalkan sebagai tutup kepala resmi. Para menteri ketika pelantikan berjas dan bersongkok …

Read More »

Mak Uduk Berlindung di mana?

Rumah susun sewa (rusunawa) ini resik. Lantainya bersih lantaran barang baru. Karena Mak Uduk suka melihat alam sekitar maka rusunawa ini diberinya nama panggilan Rawaburung. Ketika pagi penyeruak banyak burung beterbangan melintas singgah sebentar di bubungan. Mereka berceloteh seenaknya. Mak Uduk menikmatinya. Kicau burung menjadi sesuatu yang dijadikan Mak Uduk sarapan tiap hari. Setelah itu, jam-jam harinya tidak bertuan, tidak …

Read More »

Ikan Sarden dalam Kereta Listrik

Kereta Rel Listerik (KRL) di dalam wilayah Jabodetabek sudah diperbaiki. Stasiun-stasiunnya sudah berwajah baru. Tampaknya bersih dan rapi. Ada kamar kecil yang airnya lancar dan dijaga kebersihannya oleh petugas yang siap setiap saat. Tapi bau tak sedapnya masih semerbak menyergap hidung. Musholanya juga bersih. Tidak ada lagi penumpang berjubelan di atas atap gerbong. Mereka dulu tidak membayar karcis. Dengan cara …

Read More »

Google dkk tidak Bayar Pajak ke RI?

Terbaca dalam media, menteri keuangan marah karena beberapa perusahaan asing yang berkaitan dengan dunia maya, tidak bayar pajak. Perusahaan-perusahaan tersebut kelas kakap, yang produknya sangat terkenal. Siapa yang tidak kenal Google, Facebook, Yahoo, dan Twitter? Sejak mereka beroperasi di Indonesia, konon tidak bayar pajak kepada negara. Ini luar biasa. Bagaimana bisa jadi? Mereka membuka perusahaan di Singapura dengan perwakilannya di …

Read More »

Layar Kaca yang Ramah Anak

Indonesia mengenal TV siaran sejak 1962 bersamaan dengan pelaksanaan Asian Games. Pada waktu itu pula kompleks olah raga Senayan yang gagah diperkenalkan. Jembatan Semanggi mulai dipakai. Peristiwa-peristiwa itu adalah bagian yang cukup penting dalam sejarah Indonesia modern. Puluhan tahun kemudian kita kenal TV siaran swasta yang komersial dengan lahirnya RCTI dan para tetangga berikutnya. Selama puluhan tahun kita mengenal siaran …

Read More »

Berburu Pembalut Kabel

Sebetulnya yang diburu adalah pembalut (pembangkus) kabel. Kenapa pembalut lebih 25 truk bisa berada di gorong-gorong dalam waktu yang lama? Isi kabelnya berupa tembaga dicuri kemudian dijual. Pembalutnya ditinggal di gorong-gorong Jl. Medan Merdeka Selatan. Maling-malingnya sudah ditangkap. Konon harga tembaga dan timahnya tinggi, paling murah Rp 60 ribu per kilogram. Tembaga dan timah tersebut dibawa ke tukang-tukang tadahnya di …

Read More »

Bangkitkan Optimisme Publik

Sungguh menarik, Presiden Jokowi mengutip judul-judul berita media cetak. Banyak judul yang bombastis dan sensasional (sangat berlebihan). “Diprediksi Indonesia akan Hancur”,” Pemerintah Gagal, Aksi Teror tak akan Habis sampai Kapan Pun”,” Rupiah akan Tembus Rp 15 Ribu”, “Jokowi-JK akan Ambruk”. Itu antara lain judul-judul berita yang dibaca Jokowi dalam sambutan pada Hari Pers Nasional di Lombok, tanggal 9 Februari 2016. …

Read More »

Kita Perlu Berita yang Benar

  Banyak media online (dot.com) yang karena mengejar kecepatan mengorbankan ketepatan. Biasanya jika terjadi kesalahan/kekeliruan, redaksi menyampaikan perbaikannya pada kesempatan pertama berikutnya. Tapi ada juga berita yang tanpa konfirmasi berkepanjangan, dibiarkan salah tanpa koreksi. Mungkin yang terjadi adalah bagian redaksinya tidak sadar bahwa beritanya salah. Kekeliruan lebih parah manakala redaksi sangaja membuat kesalahan berkelanjutan. Jika kemampuan jurnalisme redaksi rendah, bisa …

Read More »

Memang Benar Dewan itu Wakil Rakyat

DPR di pusat maupun di daerah memang benar lembaga wakil rakyat. Dengan saringan tertentu mereka terpilih sebagai wakil rakyat. Karena rakyat yang punya hak pilih jumlahnya lebih 100 juta maka dapat dimaklumi jika jumlah para wakil tersebut juga banyak dan beraneka ragam. Dapatlah kemudian dimaklumi kerumunan para wakil tersebut sesekali seperti situasi terminal bus atau bahkan pasar tradisional. Kedua tempat …

Read More »

Ben yang Telah Pergi

Pada akhir musim rontok dan awal musim dingin tahun 1980 saya mampir ke kampus Universitas Cornell di Ithaca, negara bagian New York. Diajak Burhan Magenda yang sedang kuliah di sana, saya memberi ceramah di depan mahasiswa program studi Asia Tenggara. Saya didampingi Benedict (Ben) Anderson. Para mahasiswa tertarik pada Pramudya Ananta Toer. “Saya suka Pram,” kata saya.”Saya lebih tertarik pada …

Read More »