Selasa , 25 Juli 2017
Home > Ki Guna Watoncarita

Ki Guna Watoncarita

Betari Widowati Gugat

SAMA-sama bidadari makhluk kahyangan, Bethari Widowati merupakan bidadari kelas elit. Dia lebih tinggi derajatnya dari bidadari lain sebagaimana Dewi Irim-irim, Dewi Supraba, Dewi Tunjung Biru, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama. Apa lagi dengan Dewi Yul dan Dewi Persik. Di samping cantiknya luar binasa, dia sangat mampu memuaskan pasangannya di ranjang. Kata wayang ngercapada yang berhasil menikah dengan titisan Widowati, bidadari Widowati …

Read More »

Jakapitana Wisuda

LANTARAN bermata buta, meski putra sulung Prabu Abiyasa, Destarata tak bisa menjadi raja Ngastina. Merujuk pada Civic atawa Ilmu Tata Negara, ini bisa disebut “berhalangan tetap”. Karena itulah tampuk pemerintahan Ngastina kemudian diberikan kepada Pandu. Tapi jikalau sedang  milik, rejeki Destarata bisa datang dari mana saja.  Tiba-tiba Pandu meninggal “serangan jantung” saat hubungan intim dengan Madrim istri keduanya, gara-gara minum …

Read More »

Harjuna Sayembara

HARJUNA memang tampan, bininya cantik-cantik pula, maka tak mengherankan Dewi Gandasasi putri hasil perkawinan Harjuna melawan Dewi Gandawati, lahir dalam kondisi yang cantik jelita pula. Wayangnya putih, betis mbunting padi dan bodi seksi. Kalau dibandingkan dengan Firsa Husein, seimbanglah. Cuma, putri Madukara ini jauh lebih muda, dan tak pernah jadi tersangka kasus chatting pornografi. Demikian cantik dan seksinya Dewi Gandasasi, …

Read More »

Kumbayana Maneges

SEBETULNYA kasusnya jauh lebih lama dari kasus wartawan Udin di Yogyakarta. Bila pembunuhan wartawan ”Bernas” itu terjadi 21 tahun lalu, kasus yang membelit Dewi Wilutama sudah lebih dari 30 tahun, seusia Aswatama lebih sedikit. Tapi entah kenapa, kahyangan Jonggring Salaka baru kali ini mengangkat lagi kasus tersebut. Mungkin ada desakan dari Sanghyang Wenang di Ngondar-andir Bawana, atau SBG (Sanghyang Bethara …

Read More »

Sentanu Kraman

ADAKAH hubungan antara seniman dan rambut gondrong? Jelas tidak ada. Tapi kenapa ya, jika sudah merasa dirinya seniman langsung menggondrongkan rambutnya. Ternyata di dunia perwayangan juga begitu. Baru beberapa kali puisi dan esay budayanya dimuat di majalah Horizon dan Sastra, Bambang Palasara dari Gajahhoya sudah menggondrongkan rambut. Untuk sedikit merapikan, bukan dengan jungkat (sisir) tapi cukup pakai jari jemarinya saja. …

Read More »

Pendawa-Kurawa Trajon

LEBARAN tinggal seminggu lagi, harga sembako di Ngastina makin meroket. Di hari biasa daging sapi non skandal “Lahmul Bakorun” hanya seharga Rp 120.000,- selama puasa naik menjadi Rp 130.000,- Dan menjelang Idul Fitri 1438 H ini, harga daging itu sudah bertengger pada angka Rp 150.000,- Prabu Duryudana pusing tujuh keliling. Dia kasihan pada rakyat kecil, daging sapi semakin alot dicokot. …

Read More »

Pregiwa Gendong

HARGA BBM belum naik tapi harga-harga Sepbako (sepuluh bahan pokok) telah naik gara-gara mau Lebaran. Itu baru Lebaran biasa, bagaimana dengan Lebaran kuda? Jagad perwayangan pun heran. Celakanya, harga obat-obatan juga latah, sehingga jenis obat patent hanya terbeli oleh wayang kaya. Wayang kelas kampung sebagaimana punakawan dan Limbuk – Cangik, cukup beli obat warungan. Jika sakit tempatnya hanya di puskesmas. …

Read More »

Samba Juwing

GARA-gara terlibat kasus chatting porno, Betara Drema dan Betari Dremi dideportasi dari Kahyangan Jonggringsalaka setelah paspornya dicabut. Hanya langkah itu yang bisa diambil, karena BK (Badan Kehormatan) Kahyangan merasa tak tega membawa keduanya ke ranah hukum. Maksud ketua BK Sanghyang Indra, silakan terus bermesum ria sampai gempor di ngercapada, tapi jangan di wilayah suci kahyangan. Yang aneh, sejak kasus Drema-Dremi …

Read More »

Megananda Lena

SEDARI dulu urusan perempuan selalu bikin negara kacau. Dalam kitab Pararaton disebutkan, gara-gara selangkangan Ken Dedes, keris Empu Gandring pesanan Ken Arok makan korban tujuh nyawa. Demikian pula dalam kisah Ramayana; hanya masalah berebut Dewi Sinta, monyet Pancawati banyak yang tewas, sementara negara Ngalengka juga rusak akibat keangkara-murkaan Prabu Rahwana yang telah menjadi penjahat kelamin! Prabu Dasamuka sendiri sebenarnya juga …

Read More »

Wahyu Makutadewa

JAUH sebelum Gubernur Ahok di Jakarta, Prabu Kresna dari Dwarawati setiap pukul 08.00 pagi, juga melayani pengaduan rakyat di pagelaran danapratapa. Tapi 8 perempuan yang datang kepadanya pagi itu sangat berbeda. Mereka tak membawa map atau berkas surat menyurat, melainkan bawa tisu dan menangis. Prabu Kresna tambah kaget  karena salah satu di antara mereka sangat dikenalnya, yakni Dewi Sumbadra, adik …

Read More »