Selasa , 21 November 2017
Home > Ki Guna Watoncarita

Ki Guna Watoncarita

SATRIA LANANGING JAGAD

NAMA dalam e-KTP ditulis Dewi Uma, tetapi panggilan sehari-hari dia biasa disebut Bethari Durga. Bertolak dari sepak terjangnya belakangan ini, kalangan wayang secara bisik-bisik menyebutnya ”Mama Minta Pulsa”. Soalnya, setiap ada tokoh ngercapada konsultasi ke padepokannya, diminta gratifikasi tambahan berupa pulsa. Bukan Rp 20.000,- sampai Rp 50.000,- tapi bisa bernilai jutaan. Walhasil hobinya nge-WA lewat grup ini itu tak pernah …

Read More »

ANGGADA MURCA

KAPI Hanoman telah mendarat di negeri Pancawati. Dia melapor pada Prabu Rama bahwa memang benar Dewi Sinta dalam cengkeraman Prabu Dasamuka raja negeri Ngalengkadiraja. Istri Prabu Rama ini dicuri di hutan Dandaka, saat Rama dan adiknya, Leksmana memburu kidang kencana. Yang sangat menggembirakan bagi Prabu Rama, Dewi Sinta dalam keadaan baik-baik saja dan sepertinya masih dalam kondisi segelan plastik alias …

Read More »

TRAH BARATA MANUNGGAL

PERANG Baratayuda Jayabinangun (PBJ) bukan sekedar pertempuran antara keluarga Pandawa dan Kurawa, tapi sesungguhnya juga merupakan ujian kebenaran melawan kebatilan. Sapa salah bakal seleh (yang salah bakal kalah); begitu filosofinya masyarakat wayang. Tapi ketika ditilik dari kacamata ekonomi, ternyata implementasi kebenaran melawan kebatilan itu banyak juga anggarannya. Proyek padat modal, kata para ekonom. Seperti yang sudah diskenariokan dewa di Jonggring …

Read More »

TROMPAH RAMA SAYEMBARA

SEBAGAI putra raja yang lahir dari istri selir, Barata sangat menyadari bahwa dirinya tak punya kans menjadi raja Ayodya. Tapi sang ibu Dewi Kekayi selalu memaksakan kehendak, sehingga Prabu Dasarata pun menjadi stroke karenanya dan akhirnya meninggal. Ketika dimakamkan di San Diego Hills Karawang, Rama dan Sinta istrinya tak bisa hadir karena mereka masih dalam pengasingan, berkelana di tengah hutan …

Read More »

REBUTAN KIKIS TUNGGARANA

PENDAPATAN Asli Daerah negri Trajutrisna memang tidaklah terlalu besar, sehingga pada RAPBN 2017/2018 ini hanya dipatok Rp 45 triliun. Tapi gara-gara parlemennya terilhami kasus di Pemprov DKI, parlemen Trajutrisna ikut-ikutan menolak RAPBN yang diajukan Prabu Boma Nrakasura alias Setija. Walhasil roda pemerintahan terancam terhenti karena negara tak bisa membiayai program-programnya. Patih Pancatnyana sudah mencoba melobi parlemen, agar RAPBN itu disetujui …

Read More »

WAHYU MAKUTHARAJA

DALAM dunia perwayangan, jabatan patih selalu menjadi dambaan. Padahal jika sudah menjadi patih, posisinya justru mentok, tak mungkin naik lagi. Lihat saja nasib Patih Sengkuni, Patih Pragota, Patih Tuhayata, Patih Jayanirbita, Patih Udawa, Patih Suwanda; mereka tak bisa naik lagi menjadi raja. Bahkan yang disebut terakhir itu, saking ambisinya menjadi raja Maespati, dia malah mati. Leher putus terkena gigit Prabu …

Read More »

PENDITA DURNA BANDAN

JAGAD wayang modern juga tak lepas akan kebutuhan minyak dan gas. Mobil-mobil para wayang bisa jalan harus dengan BBM, dapur-dapur para ibu wayang bisa mengepul juga karena bahan bakar gas. Dengan demikian sebagaimana manusia, para wayang baik yang di ngercapada maupun kahyangan, sama-sama tergantung distribusi dan alokasi minyak bumi dan gas (migas). Awalnya pengelolaan migas dipegang oleh Betari Durga, eks …

Read More »

PENDAWA GUGAT

SECARA historis negeri Ngastina adalah haknya keluarga besar Pendawa. Tapi faktanya sekarang, negara itu dalam kekuasaan Prabu Duryudana dari keluarga Kurawa. Berulang kali Prabu Puntadewa Dkk menggugat kembalinya negeri itu, tapi hanya dijawab tarsok-tarsok macem ditagih kreditan panci. Akhirnya, daripada capek Pendawa menyerahkan semuanya pada Perang Baratayuda yang sudah menjadi garis dan ketentuan dewa. Jika langkah Pendawa benar, pasti menang …

Read More »

ALAP-ALAPAN SRIKANDI

WAYANG paling apes di negeri Ngastina mungkin hanya Pendita Durna seorang. Bayangkan, dalam usia 70 tahun, tak juga menikah. Bukannya dia tak punya selera pada wanita, perempuannya saja yang selalu menolak. Mayoritas cewek memprediksi, lelaki tua biasanya sudah loyo dalam urusan ranjang. Ibarat bikin perapian orang mau masak, kayu susah “menyala” karena habis kehujanan. Dipaksakan masuk ke dalam tungku pun, …

Read More »

SRIKANDI AJAR MANAK

BETAPAPUN enak menjadi ratu sabrangan, masih enakan menjadi raja di Tanah Jawa. Selain PAD (Pendapatan Asli Daerah) lebih besar, infrastruktur (prasarana wilayah) lebih komplit. Di negeri Tanah Jawa seperti: Pandhawa, Kurawa, Mandura, Mandaraka, Wiratha, Dwarawati, sudah ada KA, listrik, telpon, PAM, mal lan departemen store. Sedangkan di tanah sabrang seperti Girikedasar kerajaan Prabu Dirgapracona, telpon masih diontel, HP pun masih …

Read More »