Selasa , 21 November 2017
Home > Parni Hadi

Parni Hadi

Komunikasi : Pelayanan Kesehatan Holistik

Dompet Dhuafa (DD) sebagai lembaga filantrofi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum miskin (dhuafa), mulai tahun 2012 di bawah pimpinan Dirut Ismail Agus Said, mendirikan rumah sehat terpadu (RST) di Zona Madina, Parung, Bogor. Ismail yang mantan bankir kelahiran Lampung ini memilih nama rumah sehat, bukan rumah sakit, merujuk pada kenyataan bahwa tidak ada nomenklatur di mana pun yang menyebut …

Read More »

Komunikasi : Dokter Juga Manusia

Dokter adalah manusia juga. Artinya, dokter bisa salah, lupa dan tergoda untuk menumpuk harta. Demikian juga rumah sakit, yang konon ditengarai sudah terjangkit penyakit praktik bisnis/komersial  biasa. Karena sadar akan kenyataan itu, maka dibuat Undang-undang Praktek Kedokteran (No 29, tahun 2004), yang kemudian melahirkan Konsil Kedokteran  Indonesia (KKI), yang secara tugasnya meliputi: 1). Perlindungan untuk pasien,  2). Meningkatkan kwalitas pelayanan …

Read More »

Komunikasi : Dokter Hewan Lebih Pandai dari Dokter Umum

SETIAP awal pemeriksaan seorang dokter umum, spesialis  atau bukan, biasanya  bertanya kepada pasiennya: “Sakit apa  atau ada keluhan apa Pak/Bu (Mas/ Dik)? Sementara itu, seorang dokter hewan (drh.) akan langsung periksa dan ambil tindakan. Alasannya, kalau pun bertanya kepada kucing, anjing, burung, kuda atau hewan lainnya yang akan diperiksa pasti tidak mendapat jawaban. Kenyataan itu membuat seorang pelawak mengambil kesimpulan …

Read More »

Belajar Kearifan dari Pohon Lo

Orang pandai belum tentu arif, Orang arif biasanya pandai. Itu nasehat seorang pertapa kepada Prabu Parikesit, Raja Hastina, pasca Perang Bharatayudha. Parikesit adalah anak Abimanyu, yang gugur dalam perang Bharatayudha, dan cucu Arjuna, yang terkenal sakti,  kekasih para dewa, menurut sebuah kisah dalam wayang kulit. Alikisah, Parikesit sedang diharu biru kebingungan karena rakyatnya belum juga bisa menikmati keadilan dan kemakmuran. …

Read More »

Ajaran Sunan Kudus untuk Pengendalian Nafsu Amarah

Para wali, penyebar agama Islam di Jawa abad ke 15 M, yang disebut Wali Songo, karena jumlahnya sembilan, sangat berpengaruh dalam urusan pemerintahan Kerajaan Demak dan kehidupan masyarakat luas berkat dakwah mereka dilakukan dengan pendekatan budaya lokal. Sunan Kudus adalah salah satu dari sembilan wali itu. Ia dikenal sebagai guru agama, ahli strategi dan panglima perang yang disegani. Begitulah menurut …

Read More »

Wejangan Sunan Bonang untuk Para Perampok

Tujuan benar harus dilakukan dengan cara yang baik, Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang benar. Itu pembuka nasehat Sunan Bonang, salah satu Wali Songo, penyebar agama Islam di Jawa abad ke-15, untuk para perampok di bawah pimpinan Gentho Lokajaya. Alkisah, menurut cerita Kethoprak, sandiwara tradisional atau opera Jawa, Sunan Bonang sedang melakukan perjalanan dari Tuban, Jawa Timur menuju kerajaan …

Read More »

Lebaran Lalat, Menggugah Kesadaran untuk Hidup Sehat

Lebaran lalat. Maksudnya, lalat yang sedang berlebaran, pesta pora menikmati sisa-sisa sajian Lebaran, Idul Fitri, setelah dikonsumi manusia dalam wujud tumpukan sampah yang menggunung, akibat tukang sampah dan pemulung mudik, pulang kampung. Satu atau dua hari setelah Lebaran, tumpukan sampah banyak terdapat di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat yang biasa dipakai sebagai pembuangan sampah secara resmi dan lebih banyak lagi yang …

Read More »

Ramadhan, Bulan Pendidikan untuk Kesalehan Ritual dan Sosial

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) bagi muslimin dan muslimat. Bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, yang dipicu oleh cipta, rasa, karsa (pikiran, perasaan dan kehendak) yang mewujud dalam budi (laku/tindakan) manusia. Bentuk latihan itu adalah berpuasa atau berpantang makan, minum, dan melakuan hubungan kelamin antara suami istri pada waktu siang hari. Mulai dari azan Subuh hingga azan …

Read More »

Paceklik Buat Seniman Kreatif ?

Rambut sama hitamnya, kepala lain isinya. Itulah tamsil perbedaan pendapat di antara orang banyak dalam menilai sesuatu, Begitu pula tanggapan atas  tulisan  berjudul “Ramadhan, bulan paceklik bagi seniman tradisional” (KBKnews 18 Juni, 2017). Pro-kontra adalah  sesuatu yang biasa. Apalagi, menurut ajaran Islam, perbedaan adalah rahmat.  Perbedaan itu saling melengkapi, menyempurnakan menuju kesempurnaan hakiki, sesuatu yang di luar jangkauan manusia karena …

Read More »