Selasa , 25 Juli 2017
Home > Parni Hadi

Parni Hadi

Belajar Kearifan dari Pohon Lo

Orang pandai belum tentu arif, Orang arif biasanya pandai. Itu nasehat seorang pertapa kepada Prabu Parikesit, Raja Hastina, pasca Perang Bharatayudha. Parikesit adalah anak Abimanyu, yang gugur dalam perang Bharatayudha, dan cucu Arjuna, yang terkenal sakti,  kekasih para dewa, menurut sebuah kisah dalam wayang kulit. Alikisah, Parikesit sedang diharu biru kebingungan karena rakyatnya belum juga bisa menikmati keadilan dan kemakmuran. …

Read More »

Ajaran Sunan Kudus untuk Pengendalian Nafsu Amarah

Para wali, penyebar agama Islam di Jawa abad ke 15 M, yang disebut Wali Songo, karena jumlahnya sembilan, sangat berpengaruh dalam urusan pemerintahan Kerajaan Demak dan kehidupan masyarakat luas berkat dakwah mereka dilakukan dengan pendekatan budaya lokal. Sunan Kudus adalah salah satu dari sembilan wali itu. Ia dikenal sebagai guru agama, ahli strategi dan panglima perang yang disegani. Begitulah menurut …

Read More »

Wejangan Sunan Bonang untuk Para Perampok

Tujuan benar harus dilakukan dengan cara yang baik, Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang benar. Itu pembuka nasehat Sunan Bonang, salah satu Wali Songo, penyebar agama Islam di Jawa abad ke-15, untuk para perampok di bawah pimpinan Gentho Lokajaya. Alkisah, menurut cerita Kethoprak, sandiwara tradisional atau opera Jawa, Sunan Bonang sedang melakukan perjalanan dari Tuban, Jawa Timur menuju kerajaan …

Read More »

Lebaran Lalat, Menggugah Kesadaran untuk Hidup Sehat

Lebaran lalat. Maksudnya, lalat yang sedang berlebaran, pesta pora menikmati sisa-sisa sajian Lebaran, Idul Fitri, setelah dikonsumi manusia dalam wujud tumpukan sampah yang menggunung, akibat tukang sampah dan pemulung mudik, pulang kampung. Satu atau dua hari setelah Lebaran, tumpukan sampah banyak terdapat di pinggir-pinggir jalan dan tempat-tempat yang biasa dipakai sebagai pembuangan sampah secara resmi dan lebih banyak lagi yang …

Read More »

Ramadhan, Bulan Pendidikan untuk Kesalehan Ritual dan Sosial

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) bagi muslimin dan muslimat. Bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, yang dipicu oleh cipta, rasa, karsa (pikiran, perasaan dan kehendak) yang mewujud dalam budi (laku/tindakan) manusia. Bentuk latihan itu adalah berpuasa atau berpantang makan, minum, dan melakuan hubungan kelamin antara suami istri pada waktu siang hari. Mulai dari azan Subuh hingga azan …

Read More »

Paceklik Buat Seniman Kreatif ?

Rambut sama hitamnya, kepala lain isinya. Itulah tamsil perbedaan pendapat di antara orang banyak dalam menilai sesuatu, Begitu pula tanggapan atas  tulisan  berjudul “Ramadhan, bulan paceklik bagi seniman tradisional” (KBKnews 18 Juni, 2017). Pro-kontra adalah  sesuatu yang biasa. Apalagi, menurut ajaran Islam, perbedaan adalah rahmat.  Perbedaan itu saling melengkapi, menyempurnakan menuju kesempurnaan hakiki, sesuatu yang di luar jangkauan manusia karena …

Read More »

Ramadhan, Bulan Paceklik bagi Seniman Tradisional

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan paceklik bagi para seniman panggung, khususnya untuk seni pertunjukan tradisional, karena pada bulan suci ini pertunjukan ditiadakan. Gedung dan “tobong” tempat mereka pentas ditutup dengan alasan agar tidak mengganggu kekhusyukan orang Islam menjalankan ibadah puasa. “Ramadhan adalah bulan “sepi order” alias tidak “peye” (tidak payu) atau tidak laku untuk jual jasa. Padahal seniman perlu …

Read More »

Orasi Sunan Kalijaga

Bicara baik, belum tentu benar. Bicara benar, belum tentu baik. Bicara baik dan benar belum tentu perlu. Berpikirlah sebelum berbicara dan kemudian berbuat! Itu mukadimah orasi Sunan Kalijaga dalam rapat para wali, penyebar agama Islam di Pulau Jawa abad ke-15 Masehi di bawah pimpinan Sunan Ampel dalam ketoprak dengan lakon Dakwah Sunan Kalijaga yang digelar di Rumah Budaya Nusantara, Kampung …

Read More »

Kalah-Menang: Permainan Menuju Keseimbangan.

Bukan pri atau non pri, bukan pula muslim dan non muslim. Siapa pun boleh dan bisa menjadi pemimpin di Indonesia. Negeri dan bangsa ini lebih perlu manusia berakhlak mulia yang disertai perbuatan dan karya nyata untuk kebaikan sesama, terutama berlaku adil dan menghormati hak kaum dhuafa, orang miskin, mayoritas penduduk negeri ini. Kaum dhuafa, kaum yang lemah, harus dibebaskan, dimerdekakan …

Read More »