Jumat , 15 Desember 2017
Home > Parni Hadi (page 2)

Parni Hadi

Paceklik Buat Seniman Kreatif ?

Rambut sama hitamnya, kepala lain isinya. Itulah tamsil perbedaan pendapat di antara orang banyak dalam menilai sesuatu, Begitu pula tanggapan atas  tulisan  berjudul “Ramadhan, bulan paceklik bagi seniman tradisional” (KBKnews 18 Juni, 2017). Pro-kontra adalah  sesuatu yang biasa. Apalagi, menurut ajaran Islam, perbedaan adalah rahmat.  Perbedaan itu saling melengkapi, menyempurnakan menuju kesempurnaan hakiki, sesuatu yang di luar jangkauan manusia karena …

Read More »

Ramadhan, Bulan Paceklik bagi Seniman Tradisional

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan paceklik bagi para seniman panggung, khususnya untuk seni pertunjukan tradisional, karena pada bulan suci ini pertunjukan ditiadakan. Gedung dan “tobong” tempat mereka pentas ditutup dengan alasan agar tidak mengganggu kekhusyukan orang Islam menjalankan ibadah puasa. “Ramadhan adalah bulan “sepi order” alias tidak “peye” (tidak payu) atau tidak laku untuk jual jasa. Padahal seniman perlu …

Read More »

Orasi Sunan Kalijaga

Bicara baik, belum tentu benar. Bicara benar, belum tentu baik. Bicara baik dan benar belum tentu perlu. Berpikirlah sebelum berbicara dan kemudian berbuat! Itu mukadimah orasi Sunan Kalijaga dalam rapat para wali, penyebar agama Islam di Pulau Jawa abad ke-15 Masehi di bawah pimpinan Sunan Ampel dalam ketoprak dengan lakon Dakwah Sunan Kalijaga yang digelar di Rumah Budaya Nusantara, Kampung …

Read More »

Kalah-Menang: Permainan Menuju Keseimbangan.

Bukan pri atau non pri, bukan pula muslim dan non muslim. Siapa pun boleh dan bisa menjadi pemimpin di Indonesia. Negeri dan bangsa ini lebih perlu manusia berakhlak mulia yang disertai perbuatan dan karya nyata untuk kebaikan sesama, terutama berlaku adil dan menghormati hak kaum dhuafa, orang miskin, mayoritas penduduk negeri ini. Kaum dhuafa, kaum yang lemah, harus dibebaskan, dimerdekakan …

Read More »

Bencana Alam adalah Potret Kemiskinan.

Bencana alam adalah wajah kemiskinan multi pihak dan multi level komponen suatu komunitas, bangsa dan negara dengan korban terparah kaum dhuafa. Alam rusak karena ulah manusia mulai yang paling miskin sampai yang paling kaya dan berkuasa. Yang paling miskin karena terpaksa, tiada pilihan lain, yang kaya karena kerakusan dan yang berkuasa karena kurang pengetahuan dan kebijaksanaan. Bangsa Indonesia adalah bangsa …

Read More »

Macapatan, Dakwah dengan Pendekatan Budaya

TANGERANG SELATAN – Sejumlah cendekiawan Muslim dan budayawan Jumat malam berlatih macapatan, melantunkan tembang bermuatan pesan keagamaan dengan iringan gamelan, untuk berdakwah dengan pendekatan  budaya di Rumah Budaya Nusantara, Puspo Budoyo, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Mereka meneladani cara dakwah Sunan Kalijaga, anggota Wali Songo, penyebar Islam abad ke 15 di Pulau Jawa. Diiringi irama merdu-mendayu, mereka bersimpuh, terhanyut, asyik-masyuk …

Read More »

Olah Rasa: Resep Mudah dan Murah untuk Cegah Marah

Marah itu tidak enak. Marah bisa menyebabkan perasaan tidak enak bagi yang menjalani dan bagi yang dimarahi. Tidak percaya? Coba tilik pengalaman perasaan sendiri ketika mau dan sedang marah dan kena marah. Betul kan? Ketika sedang marah, ada yang merasa sesak nafas atau bernafas dengan tersengal-sengal, pipi terasa panas, daun telinga panas, jantung berdetak kencang, kepala pusing dan ada pula …

Read More »

Olah Rasa: Bercermin, Tersenyum dan Tertawa

RILEKS, santai, tidak rumit dan tidak ada bahayanya.  Itulah proses olah rasa atau managemen perasaaan. Setiap orang bisa, jika mau. Asyik dan sekaligus membahagiakan. Ini bukan ritual agama. Bukan mistik, bukan klenik. Tanpa mantra atau doa tertentu yang bahasanya sulit dimengerti dan sering dianggap “syirik” itu. Tentu, mengawali dengan doa sesuai ajaran agama atau keyakinan yang sudah difahami maksudnya, dipersilahkan. …

Read More »

Olah Rasa : Menelisik Rasa Sendiri untuk Meraih Rasa Bahagia

SETIAP orang pernah mengalami rasa senang (kesenangan) dan rasa susah (kesusahan). Biar gampang dan mudah diingat, sebut saja  senang dan susah. Yang penting,  keduanya menyangkut rasa atau tepatnya perasaan. Orang senang waktu apa yang dinginkannya tercapai.  Sebaliknya, susah saat keinginannya tidak terwujud. Senang waktu mendapatkan sesuatu yang diharapkan,  susah saat gagal memperoleh dan atau bahkan kehilangan orang dan atau sesuatu yang …

Read More »

Dakwan dengan Pendekatan Budaya Ala Sunan Kalijaga (4)

Dengan piawinya, Njeng Sunan Kali meramu kidungnya dengan pembukaan yang pas untuk semua orang di setiap jaman, lebih-lebih waktu itu, yakni keselamatan. Islam sendiri bermakna selamat dan pasrah kepada kehendak Allah. Kidung itu dibuka dengan kata-kata yang bermakna mistis, magis untuk menolak bala: penyakit, bencana dan gangguan makhluk halus. Guna-guna, tenung, teluh, santet, niat jahat, pencuri, binatang buas, senjata tajam, …

Read More »