Jumat , 15 Desember 2017
Home > Parni Hadi (page 3)

Parni Hadi

Dakwah dengan Pendekatan Budaya Ala Sunan Kalijaga (3)

Sunan Kalijaga melakukan penyebaran Islam dengan cara yang up to date, paling mutakhir waktu itu nut jaman kelakone (menurut semangat jaman) seperti kata Ki Dalang Narto Sabdo (alm) atau Zeitgeist, kata orang Jerman. Njeng Sunan Kali (jaga) memperkenalkan Islam selapis demi selapis melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal (local wisdoms) Jawa, yang waktu itu masih didominasi oleh agama Syiwa-Budha. Beliau …

Read More »

Dakwah dengan Pendekatan Budaya Ala Sunan Kalijaga (2)

Orang yang memberi penjelasan atau juru penerang dalam bahasa Jawa disebut pamedhar. Karena itu, dalam kosa kata bahasa Jawa ada pamedhar sabda atau penceramah atau orang yang menyampaikan pidato. Biasanya, yang berpidato itu orang yang dianggap memiliki pengetahuan dan kemampuan lebih daripada rata-rata hadirin atau pendengarnya. Umumnya, tugas memberikan pidato diserahkan kepada orang yang usianya sudah tua, sesepuh atau pinisepuh, …

Read More »

Dakwah dengan Pendekatan Budaya Ala Sunan Kalijaga (1)

Dakwah dengan Pendekatan Budaya Ala Sunan Kalijaga Ini lebih soal rasa daripada rasio. Perasaan lebih berperanan daripada pikiran. Menurut kajian psikologi, pikiran dan perasaan saling mempengaruhi dan atau melengkapi. Karena itu, sebagian orang berujar: “Saya rasa”. Padahal, maksudnya: “Saya pikir”. Kedua kata secara maknawi sering saling berkelindan. Berbicara soal agama dan keyakinan, serta hal-hal yang bersifat spiritual, menurut saya, menyoal …

Read More »

I  am a  Prophetic  Journalist

  I am a truth seeker, I am a fighter for freedom, justice and prosperity. I am a peace lover. I am a teacher, within and without classroom. I am mingled with the people, the Poor especially. I am a teacher without boundaries, days  and nights. I  am a bridge of those below, middle and above, to convey their messages. …

Read More »

Gerakan Cinta Bahari ala Pramuka

Tak kalah pentingnya dengan pendidikan formal di sekolah dan pesantren untuk membentuk “sea-mindedness” adalah pendidikan non formal seperti di Gerakan Pramuka, secara khusus dalam hal ini melalui Saka Bahari. Sebagai anggota Gerakan Pramuka (terakhir sebagai Waka Kwarnas/Ka Satgas Pramuka Peduli), saya mendorong pengamalan tiga prinsip pendidikan di lingkungan kepanduan, yakni “learning by doing, learning by sharing and learning by serving” …

Read More »

Benua Maritim Indonesia: Masa Depan Terbesar Dunia

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari 17 ribu pulau lebih dengan lautan dangkal yang menyatukannnya, bukan memisahkannya, menurut Badan Kelautan Amerika Serikat (NOA) adalah sebuah benua maritim (maritime continent). Menristek Prof Dr. B J Habibie, yang kemudian menjadi presiden ke 3 RI, sering mengumandangkan Indonesia sebagai Benua Maritim. Secara geografis, letak kepulauan Indonesia di antara dua benua Asia …

Read More »

Laut: Hari Depan, Kedaulatan, dan Kehormatan

Bangsa-bangsa maju sudah lama menyadari bahwa laut adalah Lebensraum (ruang kehidupan manusia) masa depan. Alasannya, daratan diperkirakan tidak akan lagi mampu menampung keperluan umat manusia, baik dalam suplai bahan pangan dan energi, maupun tempat tinggal. Jadi, hari depan umat manusia, termasuk manusia Indonesia, terletak di laut! Kita mau hidup atau mati secara pelan-pelan dalam kemiskinan dan kehinaan? Demikian strategisnya laut, …

Read More »

Membangun Manusia Indonesia Baru

Ini tidak ada hubungannnya dengan keributan yang mengharu biru. Juga tidak ada kaitannya dengan revolusi yang berdarah-darah, apalagi yang melibatkan mereka yang dianggap berdarah biru. Revolusi Biru (Blue Revolution) dalam tulisan ini adalah sebuah gerakan besar secara drastis untuk mengubah mind set (pola pikir) bangsa Indonesia untuk berorientasi ke laut. Tujuannya adalah: “Membangun Identitas Manusia Maritim Indonesia”. Ini berarti membangun …

Read More »

Aksi Damai 212 Buktikan Umat Islam Cinta Ketertiban dan Kedamaian

Umat Islam Indonesia telah berhasil membuktikan Aksi Bela Islam jilid 3, 212 (2 Desember, 2016) berlangsung tertib dan damai, walau diikuti oleh jutaan orang yang datang  dari berbagai penjuru tanah air untuk sholat Jumat dan berdoa bersama di lapangan Monas (Monumen Nasional), Jakarta. Ini menepis telak anggapan bahwa Islam itu beringas, keras dan susah diatur. Alhamdulillah, segala puji kepunyaan Tuhan …

Read More »

Aksi Super Damai, Asyik-Masyuk, Seperti Apa Ya?

Jangan-jangan masyarakat kita sedang dilanda gejala “superlativisme” atau kecenderngan melebih-lebihkan atau berlebih-lebihan dalam mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata atau perilaku dengan maksud mendapatkan dampak tertentu. Penggunaan kata-kata yang berlebihan untuk mengungkapkan sesuatu disebut gaya bahasa hiperbol. Biasanya itu digunakan dalam iklan. Contohnya adalah super hemat, super hebat, super murah. Super artinya sangat, luar biasa atau ekstrim, amat sangat sekali. Pokoknya, habis-habisan, …

Read More »