kakek

Kakek Rela Berdandan Seperti Wanita, Ternyata ini Alasannya

JAKARTA - Ada banyak cara bagi anak untuk membahagiakan orang tuanya. Terlebih jika orang tua telah berusia lanjut. Hal ini jugalah yang dilakukan kakek...
jalan kaki

Menolak Tawaran Tumpangan, Keluarga ini Pilih Jalan Kaki Surabaya – Lampung

JAKARTA - Sengatan matahari siang itu tak dihiraukan Arif. Bersama istri dan keempat anaknya, Arif terus mendorong gerobak. Arif sekeluarga bukan pemulung, melainkan penyintas...
memulung

Pulang Sekolah, Siswa ini Justru Memilih Memulung

JAKARTA - Jika kebanyakan pelajar memilih bermain usai pulang sekolah, berbeda dengan Rizal. Setelah pulang sekolah ia justru memilih memungut sampah plastik untuk dijual...
miskin

Sepi Pelanggan, Kakek Tua ini Sering Menahan Lapar

JAKARTA - Dibarengi suara gemuruh kecil sesekali tangan Misiran (93) memegangi perut. Sambil tergopoh kakek renta itu berjalan menuju meja menenggak segelas air putih....
polisi becak

Polisi di Solo Ini Rela Kayuh Becak, Apa Tujuannya?

JAKARTA - Bila dilihat sekilas, mungkin orang akan penasaran terhadap polisi yang tengah mengkayuh becak lengkap dengan penumpang di kabin depan. Rupanya penumpang pria...

Korban Banjir Bima Terima Layanan Kesehatan Dompet Dhuafa

Warga sekitar Lingkungan Rasabou, Desa Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima pada Selasa (27/12) siang berduyun-duyun mendatangi posyandu milik seorang warga untuk mendapatkan pemeriksaan dan...

SENYUM PAGI

Ngopi Mencegah Kantuk?

DI masa kampanye tempo hari pernah menjadi viral, ketika Capres Prabowo menyetop pidatonya saat terdengar adzan dhuhur. Masalahnya, dia bukan istirahat untuk salat, melainkan mau ngopi dulu. Ini yang diviralkan. Padahal bisa saja kan, karena sebagai musafir dia sengaja salatnya mau dijamak takkhir, yakni...
- Advertisement -

PAKELIRAN

GATUTKACA WINISUDA

SEMENJAK Prabu Arimba raja Pringgodani tewas dibunuh Bima, sudah puluhan tahun lamanya tahta kerajaan dibiarkan kosong. Suksesi kepemimpinan tersendat-sendat. Di negeri yang rakyatnya berwujud raksasa dari RT sampai pejabat-pejabatnya itu dianggap belum ada yang layak jadi raja. Pringgodani bagaikan kapal tanpa nahkoda, tata pemerintahan...