Beranda Label Budaya Jawa

Label: Budaya Jawa

Pertama di Indonesia, Wakaf Gamelan

JAKARTA—Bentuk benda wakaf kini semakin beragam. Jika dulu harta wakaf terbatas pada tanah dan bangunan, sekarang orang bisa berwakaf dalam bentuk uang, saham, kendaraan,...

Paceklik Buat Seniman Kreatif ?

Rambut sama hitamnya, kepala lain isinya. Itulah tamsil perbedaan pendapat di antara orang banyak dalam menilai sesuatu, Begitu pula tanggapan atas  tulisan  berjudul “Ramadhan,...

Ramadhan, Bulan Paceklik bagi Seniman Tradisional

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan paceklik bagi para seniman panggung, khususnya untuk seni pertunjukan tradisional, karena pada bulan suci ini pertunjukan ditiadakan. Gedung...

Macapatan, Dakwah dengan Pendekatan Budaya

TANGERANG SELATAN - Sejumlah cendekiawan Muslim dan budayawan Jumat malam berlatih macapatan, melantunkan tembang bermuatan pesan keagamaan dengan iringan gamelan, untuk berdakwah dengan pendekatan ...

Klaim Generasi Pendahulu: Lebih Baik Selalu

“Isih enak jamanku to?” Begitu bunyi poster dan spanduk dengan foto Pak Harto yang tersenyum ramah. Pesan dalam bahasa Jawa itu berarti: “Masih enak...

M3BJRI (Memahami, Menghayati, Mengamalkan Budaya Jawa Ruh Islam)

Sulit dibantah bahwa budaya Jawa sangat dipengaruhi oleh Islam, baik tersamar maupun terang-terangan. Karena ada yang terang-terangan, saya memberanikan diri untuk mengatakan sebagian (besar)...

Revitalisasi Budaya Jawa

Orang Jawa kok jadi teroris? Padahal, orang Jawa dikenal berbudaya adiluhung dan lembah lembut dalam tutur kata, halus dan penuh sopan santu dalam penampilan....

SENYUM PAGI

Selamat Datang Wajah Baru!

TELAH menjadi kebiasaan, manakala arus balik ke Ibukota telah selesai, artinya warga kota yang pulang kampung telah kembali ke Jakarta, dipastikan bermunculan “wajah baru”. Mereka diajak untuk ikut mengadu nasib ke ibukota negara. Dulu mereka selalu cemas terkena razia Operasi Biduk (Bina Penduduk). Tapi...
- Advertisement -

PAKELIRAN

RAHWANA KRODA

SETELAH Prabu Sumali udzur memasuki MPP, Resi Wisra-wa diminta menggantikan kedudukannya sebagai raja Ngalengkadiraja. Sayang, menantu Prabu Sumali tersebut tidak merasa sreg dengan jabatan itu, meskipun ada fasilitas rumah dan mobil luks. Dia kemudian malah membaiat putranya sendiri, Danapati, yang menjadi mana­ger di Lokapala...