Mahasiswa UTU Galang Dana untuk Manusia Perahu

MEULABOH – Bukan hanya lembaga kemanusiaan di Indonesia yang turun tangan membantu manusia perahu dari Rohingya dan Bangladesh, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, pun turut peduli. Mereka melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan di Kisaran Meulaboh, Aceh.

“Aksi ini sudah dua hari, begitu kami dapat informasi bahwa mayoritas pengungsi yang terdampar ke Aceh itu adalah muslim, kami langsung tergerak. Selama mereka masih di Aceh kami akan terus melakukan penggalangan dana,” kata koordinator aksi Ridhatul Akram di Meulaboh, Minggu (17/05/2015).

Ridhatul mengatakan, sebagai umat muslim harus memiliki sikap solidaritas yang tinggi apalagi mereka terdampar ke perairan laut Aceh akibat konflik agama di negara asalnya.

Imigran muslim Myanmar dan Bangladesh yang terdampar ke Aceh yang saat ini berada di tempat penampungan sangat membutuhkan berbagai bantuan, tidak hanya logistik sembako namun juga pakaian jadi untuk digunakan.

Mahasiswa UTU Meulaboh ini tergerak hati karena mendukung Pemerintah Aceh yang bersedia menerima kehadiran manusia perahu itu. Aksi mereka juga diharapkan dapat diteladani oleh perguruan tinggi lain di daerah tersebut.

“Kami belum melihat kampus lain bergerak, padahal manusia perahyu yang sedang kelaparan itu mayoritas beragama Islam. Harapan kami semoga apa yang kita lakukan ini dapat membantu dan jadi pembelajaran untuk kawan ataupun masyarakat,” katanya.

Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan di persimpangan Kisaran Meulaboh, mahasiswa membagi empat tempat yang berbeda dimulai sejak pukul 15-18.00 WIB. Aksi itu tidak mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan, mahasiswa menyodorkan kardus bertuliskan “sumbangan untuk muslim Rohingya” di saat lampu merah.

Mahasiswa UTU Meulaboh ini berencana mengunjungi langsung perkemahan pengungsi ataupun lokasi penampungan sementara para imigran dengan mengantarkan logistik serta pakaian bekas yang dikumpulkan dari masyarakat daerah itu.

“Sudah ada sekitar dua jutaan yang terkumpul belum terhitung hasil hari ini, rencana kami langsung membeli logistik mengantarkan ke sana, kemudian juga ada pakaian bekas mungkin masih mereka butuhkan,” katanya menambahkan.

Dalam sepekan terakhir sekitar 700 imigran Bangladesh dan etnis Rohingya Myanmar terus berdatangan ke provinsi ujung barat Indonesia itu, karena alasan terdampar sebelum sampai ke negara tujuan mencari pekerjaan. – Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Anti Bot *