Memetik Hikmah dari Penderitaan Rakyat Palestina

Kadang Manusia perlu memetik hikmah dari penderitaan orang lain (rakyat Palestina), bercermin dengan kehidupan (rakyat Palestina), kadang kita bukan dituntut tapi harus merasakan apa yang sedang mereka alami (rakyat Palestina). Mereka tidak dituntut tapi harus mengorbankan apa yang mungkin ogah dan mustahil untuk kita korbankan.

Darah Mereka korbankan (rakyat Palestina) bagi kita Sepertinya mustahil.
Nyawa Mereka gadaikan (rakyat Palestina) bagi kita Sepertinya tidak mungkin.

Seakan mereka bermain dengan kematian, kemarin 9 Oktober 2015.beberapa detik sebelumnya Rahaf 3 tahun, putri mungil asal Gaza, bermain ria dan mendapat kecupan kasih sayang dari ayah dan ibunya dengan penuh senyum, akan tetapi hanya jeda berapa detik kemudian…Bommmmm..kediaman sederhana mereka di terpa Roket dari Militer Yahudi Israel.

Tawa berubah jadi tangis, hanya hitungan detik..Rahaf mungil jadi kaku tak berdetak atau pun berkedip tergeletak berdekatan dengan sang ibunya yang sedang hamil tua pun tak bernyawa, dalam beberapa menit kemudian Rahaf terbaring tidur tak bernyawa di dalam pelukan dan ciuman yang terakhir kali nya dari sang ayah diiringi linangan air mata perpisahan panjang.

Padahal yang mereka pertahankan (rakyat Palestina) bukan hektar tanah jajahan 1948 maupun tanah jajahan 1967, bukan. Tapi menjaga kesucian Tanah Isro wal Mi’roj (kita masih percaya kepada Alqur’an kan? Termaktub di dalam Alqur’an Surat Al-Isro ayat 1..!

Mereka (rakyat Palestina) mempertahankan Masjid Al Aqsa Almubarok. Bahkan Abu Hurairoh rodhiallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda : Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh(Safar)kecuali menuju 3 masjid : Masjidil Harom, Masjid Hadza (masjid Rasululloh shalallahu alaihi wa sallam dan Masjid Al Aqsa (diriwayatkan oleh bukhori no.1189 dan Muslim no.3364)..tentu kita juga masih percaya dengan Hadist Nabi Muhammad sholallahu alaihi wa sallam kan..!

Istiqomah, kejuhudan, kesabaran dan bertahan demi menjaga agama Allah Swt dan awwalu kiblatain (kiblat pertama Islam dunia) membutuhkan pengorbanan dan keiklasan.

Meraih kemenangan harus bersatu, untuk bersatu butuh keiklasan dan saling menerima, kubur perdebatan dan pupuk Persaudaraan sesama Muslim. Bersatu saja Belum tentu kuat jika kaya perdebatan, bagaimana jika bercerai berai maka kemenangan ibarat fatamorgana.

Salam

Dari Alfakir, Suka Persaudaraan dan Ogah Berdebat.

Abdillah Onim
di Gaza Palestina