INTIFADAH 3 : Sudah 32 Palestina Syahid, 1560 Terluka

ALQUDS (KBK) – Dua pemuda Palestina Rabu Malam (14/10/2015) gugur dalam dua aksi eksekusi di lapangan yang dilakukan pasukan penjajah Israel di al Quds. Sehingga jumlah korban dalam intifadhah al Quds di hari keempat belas menjadi 32 syahid

Sementara itu lebih dari 160 lainnya terluka dalam berbagai konfrontasi yang berlangsung di hari keempat belas intifadhah al Quds di Tepi Barat dan al Quds. Dengan demikian lebih dari 1560 warga Palestina terluka.

Seperti dilaporkan sebelumnya, seorang pemuda Palestina bernama Basel Bassam Sadr berusia 20 tahun dari Hebron, gugur syahid setelah ditembak langsung oleh pasukan penjajah Israel dekat gerbang al Amud di al Quds, dengan dalih dia berusaha menikam seorang komandan pasukan keaman Israel di lokasi tersebut.

Sebelumnya, eks tawanan Ahmad Fathi Abu Syaban berusia 26 tahun asal kampung Rasul Amud di al Quds, gugur syahid setelah ditembak serdadu Israel pasca aksi penikaman di stasiun pusat bus di al Quds.

Sumber-sumber media Israel mengatakan, bahwa pelaku menikam pemukim Israel tersebut dan berusaha untuk naik ke atas bus, namun para serdadu menembaknya dan membunuhnya segera.

Dengan gugurnya dua pemuda Palestina ini maka jumlah syuhada yang gugur sejak meletus intifadhah al Quds menjadi 32 syuhada.

Sebanyak 21 di antaranya di Tepi Barat dan al Quds, dan 11 di Jalur Gaza. Tujuh syuhada adalah anak-anak dan seorang wanita yang gugur besama bayinya berusia 2 tahun dalam serangan rudal Israel ke rumah korban di Gaza.

Selama Rabu (14/10/2015) kemarin, terlangsung serangkaian konfrontasi di Tepi Barat dan al Quds, yang mengakibatkan 160 warga Palestina terluka. Demikian menurut data dari Bulan Sabit Merah Palestina.

Organisasi Bulan Sabit Merah menyebutkan bahwa di antara korban ada 5 orang terkena tembak timah panas, 61 terkena tembak peluru karet, 8 korban aksi pemukilan dan 6 lainnya terluka dalam konfrontasi terbaru di kamp pengungsi al Buraij. Sehingga total koban luka lebih dari 1560 orang karena terkena tembak timah panas, peluru karet dan ribuan lainnya karena terkena tembak meriam gas air mata.