Pesan di Balik Ikrar Mitra Pedagang Tangguh

238 views

“Sudah menjadi kewajiban saya, untuk beribadah kepada Allah SWT. Berikhtiar mencari rezeki, memajukan usaha, tetap menyekolahkan anak-anak, dan menepati aturan kelompok. Allah menjadi saksi atas segala yang saya ucapkan dan lakukan.”

Dipimpin satu orang, deretan kata itu dilantangkan dengan mantap oleh ratusan orang yang memenuhi aula Philanthropy Building, di bilangan Jakarta Selatn. Mereka adalah para pedagang bakso dari berbagai daerah di Jakarta. Mereka adalah peserta program “Pedagang Tangguh”, program Corporate Social Resposibility (CSR) PTMiwon yang dikerjasamakan dengan Dompet Dhuafa.

Ada pesan mendalam di balik ikrar itu. Biasanya, dalam setiap pembinaan maupun acara pelatihan yang melibatkan pengusaha mikro binaan Dompet Dhuafa, ikrar itu rutin dibaca di awal acara. Ikrar ini sudah ada sejak 15 tahun lalu ketika Dompet Dhuafa mulai mendampingi para pelaku usaha mikro dan kecil. “Sudah ada ribuan orang yang membacakan ikrar ini,” ujar Presiden Direktur Dompet Dhuafa Filantropi, Ahmad Juwaini ketika membuka acara Temu Pedagang Tangguh Miwon, Rabu (2/12/2015).

Ahmad menggaris bawahi ikrar keempat, yaitu “tetap menyekolahkan anak-anak.” Bahwa, sesulit apa pun ekonomi keluarga, seberat apa pun beban hidup yang ditanggung orang tua, mereka tetap terus berkomitmen menyekolahkan anak-anak mereka. Anak, kata Ahmad, adalah aset masa depan keluarga. “Kita semua harus bertekad, (kehidupan) anak-anak kita harus lebih baik dari kita,” pesannya.

Menurut Ahmad, bukan tanpa alasan Dompet Dhuafa menyebutkan secara jelas komitmen menyekolahkan anak dalam ikrar mitra bagi binaannya. Menurutnya, tak sedikit orang tua yang mengabaikan pendidikan anak-anaknya dengan alasan membantu ekonomi keluarga yang sulit. Untuk itu, selain komitmen beribadah kepada Sang Pencipta, berikhtiar mencari rezeki dan mengembangkan usaha, komitmen untuk pendidikan anak juga tidak boleh dilewatkan.