3 Jenazah Korban Tabrakan KRL dan Metromini Diantar ke Kampungnya

3 Jenazah korban kecelakaan Metromini dan KRL dipulangkan ke kampungnya. Foto: Tim Barzah

JAKARTA (KBK) – Jenazah Agus, 36 tahun, kondektur metromini naas yang tertabrak KRL perlintasan Angke, Jakarta Utara, akhirnya tiba di kampung halamannya di Kampung Darawati, Desa Darawati RT03/01, Kecamatan Cipatujuh, Kabupaten Tasik Malaya diantar oleh Tim Barzah Dompet Dhuafa, Ahad malam (6/12/2015).

Seperti diceritakan Direktur Tim Barzah DD, ustad Madroi, Agus adalah kondektur Metromini yang sudah 4 tahun berkerja. Ia meninggalkan 1 isteri dan 2 anak.

Selama menjadi kondektur Metromini No. 80 Jurusan Kalideres – Grogol ini ia, tinggal di kawasan Kalideres bersama temannya sesama kondektur Metromini.

“Untuk membantu korban tabrakan KRL ini, Tim Barzah mengirim 3 unit ambulan jenazah,” jelas Ustad Badroi.

Jenazah kedua yang dibantu Tim Barzah adalah Suryana, 14 tahun. Jenazah ini dibawa ke RSCM untuk di autopsi. Almarhum adalah seorang pedagang gesper keliling di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Anak kedua dari 3 brsaudara ini sudah 2 tahun tinggal di rumah kontrakan di daerah Kalideres bersama bapaknya.

Namun, saat ini orang tuanya sedang pulang kampung karena sering sakit-sakitan.

Suryana mengalami luka serius di bagian kepala belakang dan akhirnya meninggal karena kehilangan banyak darah. Pihak rumah sakit sudah menghubungi orang tuanya yang berada di Garut.

“Orang tua dari Suryana ternyata pernah dibantu Dompet Dhuafa untuk operasi hernia gratis setahun lalu,” ujar Ustad Badroi.

Setelah Pak Ipin datang ke RSCM, akhirnya Tim Barzah DD mengantarkan jenazah Suryana, tadi malam ke kampung halamannya, Kampung Ciparai RT02/08 Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pengantaran jenazah ketiga adalah Almarhum Sudikman, 21 tahun. Almarhum di antarkan ke Kampung Tegal Buleud RT 01/06 Desa Kertajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur Jawa barat.

Sebelumnya almarhum, merupakan karyawan sebuah konveksi di Jakarta, anak ke 4 dari 5 bersaudara. Ia ikut menjadi korban kereta api naas tersebut.

Jenazah almarhum dipastikan adalah anak dari bapak Imin dan Ibu Eni yang sengaja datang dari Cianjur, setelah mengetahui informasi kecelakaan dari media TV, pagi tadi jenazah almarhum tiba di kampung halamannya. Kedatangan jenazah Sudikman disambut dengan isak tangis sang istri yang baru 5 bulan dinikahinya.