Pengukuhan Olot Baru Kasepuhan Sinar Resmi

Ketika Parni Hadi, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa dikukuhkan jadi Olot, Kasepuhan Sinar Resmi, Malam Jumat (14/1/2016). Foto: Maifil/KBK

Suasana tenang, dingin dan damai semakin terasa, seiring malam yang terus merangkak kelam di luar Imah Gede (Istana) Kasepuhan Sinar Resmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Malam Jumat (14/1/2016).

Hanya beberapa titik cayaha lampu jalan yang menerangi area kasepuhan. Gunung Halimun, hamparan sawah yang terlihat menghinjau di siang hari, kini diselimuti kegelapan. Hanya jangkrik malam yang meningkah kesunyian.

Para penduduk pun sudah tidak beraktivitas di luar rumah. Cuma bias cahaya penerangan dari rumah-rumah mereka yang masih memancar keluar. Cahaya itu seperti bintang yang berkelap-kelip dan terlihat anggun dari kejauhan.

Di Imah Gede, Abah Asep Nugraha, 50 tahun, dan Ambu Noor, 49 tahun, belum tidur. Abah dan asisten rumah tangga istana malam ini terlihat sedang sibuk.  Ambu pun terlihat agak repot mempersiapkan segala sesuatunya.

Dari sore, tamu-tamu kehormatannya sudah berada dalam Imah Gede itu, mereka duduk berbincang dan menyantap hidangan khas pertanian Kasepuhan Sinar Resmi.

Malam ini, menjadi malam yang berbeda bagi kasepuhan, karena malam ini akan ada pelantikan beberapa Olot baru. Ini yang pertama dilakukan kasepuhan, mengangkat Olot dari warga luar kasepuhan.

“Olot adalah penghormatan kepada seseorang. Olot itu gelar yang diberikan kepada orang kepercayaan Abah yang akan memimpin suatu kelompok untuk kepentingan kasepuhan,” ungkap Abah Asep Nurgraha menjelaskan.

Para Ulot baru, Kasepuhan Sinar Resmi. Foto: Maifil/KBK
Para Olot baru, Kasepuhan Sinar Resmi. Foto: Maifil/KBK

Malam Jumat ini, Abah akan mengangkat Parni Hadi (Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa), Ahmad Juwaini (Presiden Direktur Dompet Dhuafa Filantropi), Teddy Prio Utomo (Direktur Asuransi Astra Syariah) dan Bambang Widjojanto (Aktivis Anti Korupsi) sebagai Olot baru. Mereka diharapkan, dapat menjadi pembantu Abah mengembangkan nilai-nilai budaya yang dianut Kasepuhan Sinar Resmi dimana pun berada.

Saatnya pun tiba, tepat Pukul 20.00 WiB, Parni Hadi duduk bersimpuh di depan Abah dan Ambu. Abah mengambil sehelai selendang  dan mengikatkan ke kepala pendiri Dompet Dhuafa itu. Ambu pun tidak tinggal diam, ia ikut mengencangkan ikatan yang sudah dilakukan Abah.

Beberapa saat saja, Iket Sunda sudah terikat kuat di kepala Parni Hadi. Abah pun memberikan salam dan pelukan sebagai tanda resminya Parni Hadi menjadi Olot.

Setelah Parni, disusul Ahmad Juwaini, Teddy dan terakhir Bambang Widjojanto. Ketiganya juga bersimpuh di depan Abah dan diikat dengan Iket Sunda, diberi salam dan pelukan sebagai tanda mereka resmi menjadi Olot.

Menurut Ambu, prosesi pengangkatan menjadi Olot ini, merupakan versi ringkas dari yang seharusnya. Sedianya, sebelum seseorang diangkat jadi Olot harus dimandikan terlebih dahulu. Istilah di Kasepuhan Sinar Resmi untuk ini adalah bebersih diri, ngahuripan pake hayam kampung (dimandikan dan dipotongkan ayam kampung).

Para Ulot diarak keliling Kasepuhan Sinar Resmi. Foto: Maifil /KBK
Para Olot diarak keliling Kasepuhan Sinar Resmi. Foto: Maifil /KBK

Setelah diiket, para Olot didoakan agar diberikan perlindungan oleh Allah SWT dalam menyandang jabatan baru ini. Kemudian Olot baru ini diajak  keliling kampung dengan menggunakan obor, diiringi  arakan kesenian Dog-Dog Lojor dan Rengkong. Mereka dikenalkan kepada penduduk dan mereka juga wajib mengenal suasana lingkungan kasepuhan untuk menambah cinta mereka kepada kasepuhan tersebut.

Hari semakin larut, para Olot beserta tamu yang mengikuti prosesi pelantikan itu, kembali ke Imah Gede untuk beristirahat.

Suasana semakin sunyi dan tidak ada lagi alunan nada Renkong dan Dog dog lojor yang tadi sempat membuat ramai Kasepuhan Sinar Resmi. Kini, tinggal bunyi serangga malam yang menghantarkan para Olot, Abah, Ambu, tamu dan warga kasepuhan masuk pada alam mimpi yang menghanyutkan hingga pagi menjelang.