Katakan dengan Solidaritas

1.529 views

Ketika selesai menaikan kain kafan ke mobil, si wanita muda hendak memberikan tip kepada portir yang  ikut membantu menaikkan barang-barang itu. Tetapi para portir yang biasanya bringas menuntut upah atas jasa memanggul barang di pasar itu, menolak tip yang diberikan.  Wanita muda aktivis itu,  tidak jadi mengeluarkan uang untuk membeli kafan, ia pulang cepat- cepat  membawa barang –barang “amanah” itu, sambil menitikkan airmata, ia berkata “ Ya Allah dengan bencana Aceh ini, betul-betul Engkau telah bangkitkan rasa solidaritas bangsa ini .

Ini mungkin  peristiwa kecil yang remeh , tapi maknanya sangat dalam. Para penjual  perlengkapan jenazah di pasar tradisional itu adalah pedagang kecil. Uangkapan keprihatinan mereka terhadap bencana dan penderitaan saudara – sauadara mereka di Aceh spontan dan sangat tulus. Bantuan  orang-orang kecil seperti ini, betul-betul datang dari lubuk hati mereka yang paling dalam, betapapun kecil nilainya. Mereka sehari-hari juga  serba berkekurangan menghidupi keluarga mereka, tetapi mereka telah rela berbagi  penderitaan bagi saudara-saudara sebangsa mereka di Aceh.

Tentu, sebaliknya tidak semua bantuan dan rasa solidaritas dari perusahaan besar dan konglomerat bernilai pamrih. Tetapi pada dasarnya sangat mulia bagi  orang yang berkemampuan itu  memberikan “ charity”,  kemurahan hati, amal dan derma .  Tidak perlu kemurahan mereka  dilakukan untuk diketahui orang lain dan  dipermaklumkan. Amal dan derma yang  perlu diliput televisi dan dicetak di koran-koran. Apalagi jika  derma dan amal mereka berasal dari dana yang diakumulasikan dalam keuntungan yang juga diperolehnya dari  masyarakat .

Dari Aceh waktu itu ada yang mengeluh, bantuan pakaian bekas yang datang,  ada yang sama sekali tidak layak dipakai dan robek-robek. Jangan cepat mencibir, siapa tahu sumbangan itu datang dari orang yang betul-betul tulus. Itulah satu-satunya kekayaan  yang mereka miliki dan dapat mereka berikan. Namun itu juga ungkapan rasa solidaritas, mungkin akan sama nilainya dengan bantuan miliaran rupiah yang diberikan oleh sebuah perusahaan besar. Amal dan kebajikan kepada sesama manusia akan diukur kelak di akhirat. Betapa kontras kedua episode ini .