Sabrinah, Bayi Jantung Bocor Dikunjungi Tim RDK LKC Dompet Dhuafa

Alhamdulillah, hari ini Tim Respon Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa telah mengunjungi Sabrinah di RSUD Cilegon. Sabrinah masuk rawat inap sudah 8 hari, dikarenakan menderita jantung bocor bawaan. Selama ini orang tua Sabrinah, Marjuki masuk menggunakan Jaminan BPJS Kesehatan kelas 3.

Salah seorang perawat RSUD Cilegon, Melani menjelaskan bahwa awalnya Sabrinah masuk karena diare kronik sehingga berat badannya menurun. “Sekarang beratnya 2400 gram dari semula 2800 gram saat lahir,” terang Melani kepada Tim RDK LKC Dompet Dhuafa, Selasa (2/2)

Melani juga menambahkan, Sabrinah lahir prematur dengan usia kehamilan saat itu baru 8 bulan. Sabrinah juga mengidap penyakit jantung bawaan (PJB), yang sudah bocor 1,88 mm. “Sore ini akan dipindah ke ICU karena sering sesak napas sejak kemarin (Senin),” jelas Melani lagi kenapa tidak boleh pulang dan harus masuk ICU.

Saat ini penanganan Sabrinah masih dilakukan di RSUD Cilegon untuk perbaikan kondisi umumnya. Hal itu mengingat kondisi bayi mungil itu yang tidak memungkinkan untuk rujukan ke RS Harapan Kita Jakarta. Sementara Tim RDK LKC Dompet Dhuafa akan terus memantau perkembangan kondisi Sabrinah, sambil menunggu informasi lanjutan dari pihak RSUD tersebut.

Sabrinah anak pertama pasangan dari Marjuki dengan Suberah yang menikah April 2014 lalu. Keluarga kecil ini tercatat sebagai warga yang tinggal di Lingkungan Sambirata RT 01 RW 03 Cibeber, Kota Cilegon. Marjuki sehari hari bekerja sebagai tukang bangunan. Untuk menambah penghasilannya Marjuki menjadi tukang ojek di Perumnas 1 Cibeber. Sementara istrinya mengurus rumah tangga saja.

“Di rumah ada emak. Udah tua. Ada adik yg sedang sakit stres sejak lulus SMP dulu,” kata Marjuki sambil merapihkan berkas.

“Terima kasih pak. Sudah mendoakan. Apalagi jauh dari Jakarta,” ujar Marjuki setelah menerima bantuan dari LKC Dompet Dhuafa.