Gubernur Sumbar Ajak Relawan Tinjau Lokasi Bencana di 50 Kota

Tim Posko Dompet Dhuafa Peduli Longsor dan Banjir Sumbar menyerahkan bantuan untuk korban bencana di 50 Kota melalui Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Selasa (16/2/2016). Foto: DDS

50 KOTA (KBK) – Setelah Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meninjau Posko Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) Peduli Banjir dan Longsor Sumbar, di Muara Labuh, Solok Selatan kemarin, Senin (15/2/2016), hari ini Gubernur mengajak relawan di Posko tersebut untuk meninjau lokasi bencana lainnya di 50 Kota, Sumbar.

Demikian disampaikan Pimpinan Cabang DDS Musfi Yendra kepada KBK, Selasa (16/2/2016) melalui telepon dari lokasi bencana.

Ikut dalam rombongan Gubernur Tim Relawan DDS, Tim Respon Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC-DD) Pusat dan BPZIS Mandiri mengiringi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke lokasi bencana longsor di Sungai Naning, Kecamatan Bukit Barisan, 50 Kota, Sumatera Barat.

Di kawasan ini, kata Musfi, hujan deras dan banjir Jumat (12/2/2016)  lalu, telah menyebabkan tanah di sekitar wilayah ini amblas dan bukit-bukit di sekitar juga retak-retak yang menjadikan kawasan ini rawan longsor.

Akibatnya bencana ini, kata Musfi, sekitar 51 KK penduduk yang tinggal di kawasan Sungai Naning terisolasi dari dunia luar, karena jalan yang biasanya dapat dilalui dengan mobil amblas sepanjang 3 Km.

Untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Sungai Naning, lanjut Musfi, Tim DDS, Tim Respon DMC dan BPZIS Mandiri, sejak malam kemarin hingga dini hari menyiapkan 50 Paket School kit yang berisi 10 buku tulis dan peralatan sekolah lainnya ditambah dengan 50 paket, pakaian untuk satu keluarga (bapak, ibu dan anak).

“Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Sumbar di Rumah Bupati 50 Kota. Penyerahan disaksikan Bupati 50 Kota dan Wakil Gubernur Sumbar, ” ujar Musfi.

Dalam kesempatan tersebut, kata Musfi, Gubernur berterimakasih kepada Tim DDS, Tim Respon DMC DD Pusat, Tim BPZIS dan BMT Alfataya yang mau membantu pemerintah dalam merespon bencana yang dialami warga Sumbar.