ASI Itu Penting

743 views
ilustrasi Ibu Menyusui

Memiliki bayi yang sehat dan menggemaskan tentu sangat senang rasanya. Ingin rasanya semua kebutuhan gizinya dipenuhi dengan baik.

Ternyata ada satu cara mudah dan murah untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi, cukup dengan memberinya Air Susu Ibu (ASI) saja.

Menyusui dengan ASI adalah cara alamiah yang direkomendasikan untuk diberikan kepada semua bayi. Dan ASI merupakan makanan dan minuman yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan (secara eksklusif atau hanya ASI saja) dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI.

Bayi usia 0-6 bulan tidak memerlukan air atau makanan lainnya (seperti air teh, jus, air gula, air beras, susu lain dan bubur), walaupun berada di daerah yang beriklim panas sekalipun, ASI sudah memenuhi seluruh kebutuhan bayi. Jadi seorang ibu harus menyusui dengan ASI kepada bayinya secara eksklusif saat bayi berumur 0 – 6 bulan. Sedangkan makanan pendamping ASI hanya diberikan saat bayi berumur 7 – 24 bulan.

Sangat disayangkan, masih banyak ibu Indonesia memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hanya selama 2 bulan saja. Ini terungkap dari Survey Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2002-2003 di wilayah DKI Jakarta. Survey ini menyatakan hanya 14 % bayi mendapat ASI eksklusif selama 4-6 bulan.

Untuk ini diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI secara menyeluruh, agar sang ibu tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan emas yang dianugerahi Allah untuk bayinya.

Terdapat 2 alasan kuat untuk menjelaskan kenapa ASI sangat penting untuk bayi.

Alasan pertama, seorang ibu menyusui ASI kepada bayinya merupakan perintah Allah SWT sebagai sebuah ibadah.

Di dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 233, Allah SWT berfirman, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” Dan dalam surat Al-Ahqaf ayat 15, Allah SWT juga berfirman, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS Al-Ahqaf : 15)