Waspada, Ada 15 Titik Rawan Longsor di Jalur KA Bogor-Sukabumi

196 views
jalur longsor di Jabar/Ilustrasi

BOGOR- PT Kereta Api Indonesia menambah personil pemeriksaan jalur untuk mengantisipasi potensi bencana di jalur kereta Bogor-Sukabumi.

Seperti dikatakan pihak KAI, sedikitnya ada 15 titik rawan bencana di jalur rel kereta Bogor-Sukabumi.

Apalagi, pekan lalu longsor terjadi di jalur tersebut dan menyebabkan Kereta Api Pangrango terganggu operasionalnya selama tiga hari.

Humas PT KAI Daop I Jakarta, Bambang Setyo Prayitno mengatakan, potensi bencana di jalur tersebut didominasi oleh longsor akibat pergerakan tanah. “Jalur yang longsor, sepanjang Stasiun Batu Tulis dan Maseng menjadi lokasi paling rawan,” kata Bambang, Senin (28/3) seperti diberitakan PR Online.

Personil pemeriksa jalur ditambah dari yang semula 2 orang menjadi 3 orang.

Disebutkan Bambang, beberapa titik rawan bencana yakni 3 titik rawan banjir dan pergerakan tanah antara Stasiun Bogor dan Batu Tulis, 8 titik rawan banjir di jalur Stasiun Batu Tulis dan Maseng, serta 4 titik rawan pergerakan tanah antara Stasiun Maseng hingga Sukabumi.

Pemeriksaan jalur rel pun semakin diperketat. Sebelum kereta lewat, tim harus selalu melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan jalur. Personil pemeriksa jalur pun ditambah dari yang semula 2 orang menjadi 3 orang.

Sebelumnya, longsor di jalur rel pada Selasa pekan lalu sempat membuat jalur kereta terganggu. Rel yang menggantung karena tanah penyangganya longsor menyebabkan kereta api Pangrango hanya sampai ke Stasiun Maseng, tidak sampai ke Stasiun Paledang Bogor sebagai pemberhentian terakhir. Upaya perbaikan jalur membutuhkan waktu tiga hari hingga jalur normal kembali.*