IMD, Kontak Cinta Pertama Manusia

904 views
Inisiasi Menyusui Dini Foto: Ist

SESAAT  setelah bayi terlahir ke dunia, apa yang pertama yang harus dilakukan, baik oleh petugas kesehatan yang membantu persalinan maupun oleh si ibu ? Jawaban yang benar adalah melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

IMD adalah proses bayi menyusu air susu ibu (ASI) segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Dilakukan dengan cara membiarkan kulit ibu melekat pada kulit bayi (skin to skin) segera setelah persalinan, kontak kulit ini dibiarkan setidaknya selama satu jam  atau sampai menyusui awal sekali. Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global dan sekaligus kontak cinta pertama antara seorang ibu dengan bayinya.

IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja saat bayi berumur 0-6 bulan) dan lama menyusui (selama 2 tahun). Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi. Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan IMD sebagai tindakan ‘penyelamatan kehidupan’, karena dengan IMD dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan.

Terdapat 5 (lima) tahapan dalam melakukan IMD, yaitu pertama, saat dalam proses persalinan, ibu disarankan untuk mengurangi / tidak menggunakan obat kimiawi. Jika ibu menggunakan obat kimiawi terlalu banyak, dikhawatirkan akan terbawa ASI ke bayi yang nantinya akan menyusu dalam proses inisiasi menyusu dini. Para petugas kesehatan yang membantu Ibu menjalani proses persalinan, akan melakukan kegiatan penanganan kelahiran seperti biasanya. Begitu pula jika ibu harus menjalani operasi caesar.

Kedua, setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya tanpa menghilangkan vernix (kulit putih). Vernix (kulit putih) menyamankan kulit bayi. Kemudian yang ketiga, bayi segera ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Untuk mencegah bayi kedinginan, kepala bayi dapat dipakaikan topi. Kemudian, jika perlu, bayi dan ibu diselimuti. Bayi yang ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya.
Lalu yang keempat, saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.
Dan yang kelima, setelah selesai menyusu awal, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes mata. Ibu dan bayi tetap bersama dan dirawat-gabung. Rawat-gabung memungkinkan ibu menyusui bayinya kapan saja si bayi menginginkannya, karena kegiatan menyusu tidak boleh dijadwal. Rawat-gabung juga akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dengan bayinya, bayi jadi jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, dan selain itu dapat memudahkan ibu untuk beristirahat dan menyusui.
Terdapat pula 5 (lima) tahapan perilaku yang dilakukan bayi sebelum ia berhasil menemukan puting susu ibunya dan menyusu saat dilakukan IMD, yaitu yang pertama, pada waktu 30 – 45 menit pertama. Bayi akan diam dalam keadaan siaga. Sesekali matanya membuka lebar dan melihat bundanya. Masa ini merupakan masa penyesuaian atau peralihan dari dalam kandungan ke luar kandungan.