Suami Istri ini Menyulap Kandang Ayam Jadi Tempat Belajar

Ilustrasi/ sekolahalamngelmupring.blogspot.com

BATU – Lisa Tunggul Puji Lestari (27) dan suaminya, Dimas Idbal Romadhon (28) adalah yang telah menyulap sebuah kandang ayam yang kumuh menjadi tempat belajar anak-anak di Kota Batu, Malang.

Berdiri sejak awal 2013, kini tempat belajar yang diberi nama Ngelmu Pring ini memiliki anak didik sebanyak 150 anak. Awalnya, kelas ini dulu hanya sebuah komunitas bernama Karyaleka Basa yang punya program english day, di mana seluruh anggota wajib berbahasa Inggris.

Sadar komunitas ini memiliki tempat untuk kelangsungan belajar yang lebih kondusif, Lisa pun menjadikan kandang ayam milik orangtuanya yang berada di Jalan Raya Patimura 3, Temas, Kec. Batu, Kota Batu.

Ngelmu Pring sengaja didirikan untuk menampung anak-anak muda Kota Batu yang ingin belajar bahasa Inggris, karena menurut Dimas, kota wisata ini perlu ditunjang adanya warga yang bisa berbahasa asing. Kelas belajar dibuka setiap Sabtu dan MInggu.

Dimas pun sempat mendatangi Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu untuk menawarkan kursus gratis bagi tour guide yang sebagian besar tak bisa berbahasa Inggris.

Tetapi meskipun gratis, usulan itu ditolak. Pihak dinas menyatakan karena pariwisata masih bersifat proyek, maka belum bisa menerima pendidikan atau kursus yang gratis. “Ya sudah,” ujarnya kepada Tribun news.

Alhasil, yang datang ke Ngelmu Pring adalah anak-anak. Maka, sejak itu kelas ini menampung anak-anak untuk belajar bersama. Dengan cara promosi ke sekolah dan dari pintu ke pintu, Lisa dibantu temannya yang lain mencari murid.

Para peserta didik yang belajar di Ngelmu Pring tidak sekadar belajar bahasa. Mereka juga belajar budaya. Dimas berharap, meskipun belajar bahasa asing, tapi anak-anak tetap menjaga kearifan kebudayaan lokal.

Anak-anak juga belajar ilmu pengetahuan seperti daur ulang sampah, bercocok tanam, dan kerajinan tangan. Dengan cara seperti itu, diharapkan ada keterampilan yang dimiliki peserta didik saat mereka beranjak dewasa.

Hasil bercocok tanam ada yang dijual dan dikonsumsi sendiri. Sebagian uang digunakan untuk keperluan Ngelmu Pring. Terkadang pasangan suami istri ini pun rela memakai uang pribadinya untuk keperluan Ngelmu Pring.

Tekadnya yang kuat membuat mereka tidak ingin Ngelmu Pring hanya ada di Kota Batu. Untuk itu, kini Ngelmu Pring menjalin sebuah kerja sama dengan beberapa sekolah di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Bahkan, saat ini, Ngelmu Pring sedang mencoba mengembangkan jaringan di Dusun Licin, di perbatasan di Kabupaten Malang dengan Lumajang.

Di tengah pengembangannya ini, Dimas berencana melanjutkan pendidikan S3 di Amerika Serikat, maka mereka pun membuka kesempatan bagi siapapun yang mau menjadi sukarelawan mengajar disini.