Awalnya Hendri Demam Tinggi, Selanjutnya Ayan, Gangguan Saluran Cerna dan Mata

Anak Hendri, 6 tahun, terbaring lemah di rumahnya. Foto: RDK

KAMPUNG BETING – Hendri Maulana, 6 tahun, tergeletak lemah tak berdaya di atas kasur di rumahnya, ia menderita epilepsi dan infeksi saluran pencernaan.

Anak kedua dari pasangan Udin, 32 tahun, dan Sari, 29 tahun, ini awalnya saat usia 2 bulan kerap mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang. Kemudian penyakitnya merembet ke mata. Kini kedua mata Hendri mengalami kebutaan.

Akses layanan kesehatan yang cukup jauh dan biaya yang tidak sedikit, menjadi kendala bagi Udin untuk membawa Hendri berobat ke rumah sakit, ketika Hendri sakit. Udin tinggal di perkampungan nelayan, Kampung Beting RT03 RW02, Kelurahan Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

“Ongkosnya mahal, bisa Rp. 100.000 lebih per orangnya kalo ke RS. Cibitung,” ujar Udin kepada Slamet Juniantoro, Tim Respon Darurat Kesehatan Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa (RDK LKC DD) saat disambangi Senin (9/5/2016) malam.

Udin menambahkan, saat ini Hendri menjalani rawat jalan di RS. Bhakti Husada Cikarang dengan menggunakan jaminan BPJS.

Kepada KBK Slamet mengungkapkan, malam tadi ambulan yang dibawa tim RDK LKC tidak dapat menjangkau rumah Hendri, lantaran akses ke rumah tersebut hanya dapat dijangkau dengan perahu dan ojek motor.

“Lumayan juga jauhnya, akhirnya kami naik ojek,” ungkap Slamet.

Sesampai di sana, untuk perolongan awal, Tim RDK meninggalkan uang Rp500.000 untuk keperluan pengobatan Hendri. Seraya Hendri sedang diurus kepesertaannya di Dompet Dhuafa, ia tetap melanjutkan rawat jalan ke rumah sakit Cikarang

Slamet juga mengajak para dermawan untuk ikut membantu Hendri. #MariMembantuHendri