100 Jamaah Suluk Siap Berzikir dalam Kelambu Selama 10 Hari

Kapolres Bengkulu Selatan saat mengecek persiapan suluk di surau Tarekad Naqsabandiyah, Bengkenang, Bengkulu Selatan. Foto: Bengkulu Ekspres

SEMIDANG GUMAY – Sekitar 100 Jamaah Pengajian ilmu tasawuf (Suluk) akan melaksanakan 10 hari zikir di dalam kelambu selama Ramadhan di Desa Padang Panjang, Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur.

Kasus meninggalnya jemaah Suluk tahun lalu tampaknya tak mempengaruhi antusiasme warga. Menurut informasi panitia, sampai saat ini peserta Suluk sudah terdaftar 100 orang jamaah.

“Alhamdulillah untuk jama’ah kita tahun ini yang mendaftar sudah mencapai 100 orang jama’ah,” kata Akarim, Ketua Pegurus Tarekad Naqsabandiyah, Kaur, Kamis (2/6/2016).

Dikatakannya, 100 jama’ah itu bukan hanya dari Kaur dan Provinsi Bengkulu saja, akan tetapi ada juga dari kabupaten lain, bahkan dari provinsi tetangga, seperti Provinsi Lampung, Lahat Provinsi Sumatera Selatan dan Medan. Pelaksanaan Suluk ini akan digelar pada hari ketiga Ramadhan mendatang di tempat khusus selama 10 hari. Tempat itu disebut sebagai Surau Pelatihan Ilmu Rohani, dengan daya tampung sebanyak 200 jamaah.

“Masing-masing peserta Suluk kami sediakan kelambu ukuran 1 meter X 1,5 meter supaya bisa khusyuk berdzikir serta, nanti mereka ini di dalam kelambu ini selama 10 hari,” terangnya.

Seperti diberitakan Bengkulu Ekspres, zikir selama 10 hari di dalam kelambu ini. Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan seperti terjadi di beberapa kabupaten lain, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membantu memberikan pertolongan apabila terjadi hal-hal tidak diinginkan.