BNI AM dan Dompet Dhuafa Luncurkan Reksa Dana Plus Wakaf

Reksa Dana Plus Wakaf dari BNI Asset Management dan Dompet Dhuafa

JAKARTA – BNI Asset Management (BNI-AM) dan Dompet Dhuafa meluncurkan produk reksadana syariah. Istimewanya, reksa dana ini memiliki nilai lebih yaitu wakaf. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada Kamis 9 Juni 2016 di Jakarta.

Reksa dana ini adalah reksa dana unggulan yang memberikan manfaat penyaluran wakaf dari pemegang unit penyertaan. Pemegang unit penyertaan reksa dana BNI-AM Dana Dompet Dhuafa tidak hanya mendapatkan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba’ dan gharar, tetapi juga dapat menyalurkan wakafnya melalui Dompet Dhuafa.

“Fitur wakaf ini menjawab kebutuhan produk reksa dana syariah pertama yang inovatif, dimana selain berinvestasi juga dapat menyalurkan wakaf, selain itu BN-AM juga mewakafkan 30% dari management fee yang diterima dari pengelolaan produk ini kepada Dompet Dhuafa,” ujar Direktur BNI-AM, Isbono M.I. Putro.

Produk ini menawarkan tiga pilihan, yaitu

Regular: Pemegang Unit Penyertaan tidak mewakafkan pokok investasi maupun bagi hasil investasinya.

Gold, Pemegang Unit Penyertaan menyalurkan wakaf produktif dari hasil investasi. Dalam hal ini Pemegang Unit Penyertaan masih berhak atas 100% pokok investasi.

Platinum, Investor mewakafkan semua pokok investasi dan bagi hasil investasi.

Sementara itu, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise Ismail A. Said, mengatakan BNI-AM juga berperan sebagai manajer investasi pengelola reksa dana syariah yang menawarkan kepada para investor untuk melakukan wakaf produktif berupa uang kepada Dompet Dhuafa selaku nazhir (pengelola wakaf).

“Setelah Dompet Dhuafa menerima wakaf produktif melalui uang, uang tersebut akan diinvestasikan pada produk dana yang dikelola BNI-AM,” katanya.

Saat ini BNI-AM sedang mengajukan reksa dana tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika proses berjalan sesuai rencana maka BNI-AM Dana Dompet Dhuafa akan dapat ditawarkan pada akhir Juni 2016. Isbono berharap pertumbuhan wakaf produktif mencapai Rp. 1 Triliun di tahun pertama.