Kesulitan Air, Warga Pelosok Garut Harapkan Perhatian Pemerintah

Ilustrasi kekeringan

GARUT – Jelang memasuki musim kemarau, warga pelosok selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, harap-harap cemas karena akan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidupnya sehari-harinya.

Seperti diungkapkan warga Kampung Babakan Anyar, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Garut, Dadan Suwarna, “Warga di sini selalu kesulitan mendapatkan air bersih saat kemarau, sumber air hanya dari sungai,” katanya, Sabtu (25/6/2016).

Ia menuturkan ribuan penduduk di desanya selama ini hanya memanfaatkan air bersih dari aliran Sungai Cisuren yang berjarak sekitar 700 meter dari pemukiman warga.

Sementara sumber air hanya dapat dinikmati warga desanya saat musim hujan, karena musim kemarau air sungai surut. “Saat kemarau air sungai surut,” katanya, dikutip dari Antara.

Warga lainnya, Andan Saripudin menambahkan ketika air sulit didapat di Desa Mekarmukti maka warga terpaksa mengambil air di daerah lain yang lebih jauh jaraknya yakni ke Sungai Cikahuripan yang jaraknya sejauh 7 kilometer dari kampungnya.

“Ketika musim kemarau warga harus mengambil air dari Sungai Cikahuripan,” katanya.

Warga yang tinggal di daerah kekeringan air itu mengharapkan pemerintah dapat menyediakan sarana dan prasarana penyediaan air yang mudah dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan warga di kampung itu.