Kecewa Dengan Dinkes, Warga Patungan Sewa Alat fogging

ilustrasi fogging

GARUT – Puluhan warga Kampung Pasirmuncang, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, telah terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Namun karena permintaan pengasapan fogging tak kunjung datang dari Dinas Kesehatan Garut, warga akhirnya melakukannya secara swadaya.

Warga mengaku pengaduan sudah dilakukan terhadap Dinkes Garut, namun hingga kini hanya kekecewaan yang didapatkan mereka karena penantian fogging tak pernah ada. Khawatir semakin banyak yang menderita DBD, warga pun berinisiatif melakukannya sendiri,

Hal itu diungkapkan Doni Martin, salah seorang warga setempat yang juga sempat terjangkit DBD. Menurutnya, sudah puluhan orang yang terkena DBD dan dirawat, baik di rumah maupun rumah sakit.

“Jumlah yang terjangkit dan sempat dirawat lebih dari 30 orang, termasuk saya,” ujarnya, Minggu,(26/6/2016), dikutip dari Pikiran Rakyat.

Doni menambahkan, Dinkes berdalih tak memiliki anggaran untuk melakukan pengasapan meski jumlah korban DBD terus bertambah.

Akhirnya, ratusan keluarga turut mendukung adanya pengasapan untuk membasmi nyamuk demam berdarah.
Dia menyebutkan, sekitar 300 keluarga yang ikut urunan untuk menyewa alat dari perusahaan swasta.

“Jumlah warga lebih dari 300 KK, cuma enggak semua ditarif. Seikhlasnya, ada yang menyumbang Rp 2000 hingga Rp 10.000,” tuturnya.

Selain kecewa dengan tindakan pengasapan fogging yang tidak terealisasi, Doni juga mengatakan Dinkes tidak pernah memberikan sosialisasi, cara penanganan DBD, ataupun pengasapan.