Karena El Nino, Angka Pernikahan Dini Meningkat

ilustrasi kekeringan/ist

NAIROBI—Perubahan pola cuaca karena El Nino ternyata memiliki dampak sosial yang sangat besar. Di negara-negara Afrika bagian selatan, puluhan ribu anak terpaksa putus sekolah, dan ribuan lainnya harus menjadi buruh. Uniknya, angka pernikahan dini juga meningkat di kawasan ini.

Negara-negara di bagian selatan Afrika terkena dampak El Nino paling parah pada tahun lalu. Bencana kekeringan sebabkan kelaparan di mana-mana. Pertumbuhan ekonomi pun melambat seiring paceklik. Harga pangan melambung tinggi.

Dilansir dari Thomson Reuters, Kamis (21/7/2016), musim paceklik ini membuat banyak anak menjadi korban perdagangan seksual. Sebagai antisipasinya, banyak keluarga menikahkan putri mereka lebih awal. Fenomena ini ditemukan oleh World Vision, UNICEF, dan Plan Internasional.

“Dampak El Nino memperburuk kehidupan anak-anak di sejumlah daerah. Mereka menghadapi eksploitasi seksual, kekerasan, dan tekanan psikososial,” kata ahli hak anak World Vision Inggris, Tracy Shields dalam sebuah pernyataan.

Banyak anak yang terpisah dengan orang tuanya karena mereka harus meninggalkan rumah untuk mencari pekerjaan dan makanan. PBB melansir, lebih dari 60 juta orang, 2/3 dari mereka di Afrika bagian timur dan selatan, menghadapi kekurangan pangan karena kekeringan terkait dengan El Nino.

“Kedatangan La Nina, pola cuaca yang biasanya menimbulkan banjir di Afrika bagian selatan, akan memperburuk situasi ini,” demikian pernyataan dari PBB.

Negara-negara seperti Lesotho, Malawi, Namibia, Swaziland dan Zimbabwe telah menyatakan keadaan darurat kekeringan nasional. Afrika Selatan juga telah mengumumkan darurat kekeringan di delapan provinsi.