#MariMembantuMugeni Sembuh dari Derita Kaki Gajah

Mugeni ketika ditemui Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC Dompet Dhuafa, Senin (8/8/2016).

TANGERANG – Dengan kupiah dan sarung, Mugeni (32 tahun), duduk bersila di depan Kobong (asrama Santri – Sunda) sore itu. Mulutnya komat-kamit melantunkan zikir.

Ia sudah dua bulan lebih nyantri di Ponpes Salafiyah Zadatussamiyah di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Ia sendiri berasal dari Kampung Geureuh Careuh Rt 02 Rw 05 Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selintas, ia terlihat tidak ada masalah dengan pria bontot dari 9 bersaudara ini, tapi ketika ia diminta menaikkan sarungnya. Masya Allah, kakinya besar sebelah.

Ya, ia menderita kaki gajah. Sejak usia 14 tahun ia menderita sakit yang tidak mengenakkan itu. Ia mengaku pernah dirawat di rumah sakit di Pandeglang.

“Tapi hanya 2 minggu, habis tu pulang paksa. Karena sudah tidak ada uang,” jelasnya.

Ketika ia berobat di rumah sakit itu, ia tidak menggunakan BPJS karena memang belum ada. Tapi ketika sekarang sudah ada Jamkesmas, ia yang bingung siapa yang akan mengantarkan ia berobat.

Dari 9 bersaudara, hanya 4 orang saudaranya yang masih hidup dan sudah pula berkeluarga dan tinggal berpencar-pencar. Saudara-saudaranya pun sama, hidup dalam kesederhanaan sehingga tidak mampu membantu adiknya untuk berobat. Bahkan jika tidak berkerja setiap harinya, tentu keluarganya yang terlantar tidak mendapatkan nafkah.

Akhirnya Mugeni berusaha menyembuhkan kakinya lewat penobatan non medis seperti alternatif. Namun usaha itu belum juga membuahkan hasil, kaki kirinya terus membesar.

Karena penyakit ini juga Mugeni tidak bisa melanjutkan sekolah SMP, ia memilih menjadi santri di pondok pesantren. Di pesantren ini, ia tidak saja berusaha menuntut ilmu untuk bekal hidupnya, tapi sekalian ia berharap ada jalan keluar untuk kesembuhan sakitnya.

Ia selalu berdoa agar ada dermawan yang bersedia membantunya untuk mengobati penyakitnya ke rumah sakit yang tepat.

“Saya kalau sudah sembuh pengen pulang ke kampung,” ungkap Mugeni kepada tim RDK LKC Dompet Dhuafa; Salim Juniantoro dan Mamat Ismanto, yang berkesempatan menyambanginya di pondok, Senin (8/8/2016) petang.

Saat ini, di samping tidak nyaman karena kakinya membesar, Mugenipun sering merasakan keluhan pegal-pegal dan nyeri yang tidak terperikan. #MariMembantuMugeni.