Cegah Kebakaran, 55 Ton Garam Disebar di Riau

389 views
Ilustrasi, tabur garam di sekitar hutan di Riau/ riaugreen.com

PEKANBARU – Sejumlah 55,6 ton garam telah disebar Satuan tugas (Satgas) siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau sebagai upaya modifikasi cuaca guna membentuk hujan buatan untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Anggota tim udara Satgas siaga darurat Karhutla Riau, Lettu Sherif Yanuardi mengatakan,”Total garam yang disebar hingga hari ini 55,6 ton garam, sementara yang tersisa 19,4 ton garam,” katanya, di Pekanbaru, Selasa (20/9/2016).

Program Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BPPT bersama dengan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Satgas siaga darurat Karhutla Riau dimulai sejak pertengahan Juli 2016 lalu. Operasi TMC tersebut menggunakan pesawat Cassa 212 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penyebaran garam dilakukan memakaki pesawat yang mampu mengangkut satu ton garam dengan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki itu. Sementara operasi penyebaran dilakukan hampir setiap hari untuk membentuk hujan buatan guna mencegah dan menanggulangi bencana karhutla.

Beberapa wilayah yang telah disemai garam yakni wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak. Kemudian penyemaian garam juga dilakukan di langit Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hilir.

Senin 919/9/2016), pesawat menyemai 800 kilogram garam dengan sasaran wilayah langit Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu dan Dumai pada ketinggian 9.500-10.000 kaki setelah ditemukan adanya sel awan Cumulus.

Ia menambahkan jika sejak awal September 2016, kondisi Karhutla cenderung menurun setelah sebagian besar wilayah Riau terus diguyur hujan. Hal ini disebabkan karena cuaca yang terus membaik dan upaya modifikasi cuaca terus dilakukan.

Sementara itu, selain mengandalkan hujan buatan, Satgas turut diperkuat dengan sejumlah armada seperti 2 unit MI-8, 1 unit heli MI-171, 1 unit heli Sikorsky, 1 unit heli Bolkow 105, serta dua unit pesawat Air Tractor. Seluruh armada itu dimanfaatkan untuk pengeboman air.