Polda Jabar Ungkap Tiga Penyebab Banjir Bandang Garut

bencana tahun 2016
ilustrasi/DMCDD

GARUT – Penyebab terjadinya banjir bandang di Garut, Jawa Barat yang telah menewaskan 34 orang dan 19 lainnya hilang hingga kini masih diselidiki.

Dalam hal ini, data awal hasil dari penyelidikan dan investigasi Polda Jabar didapatkan tiga penyebab bencana yang terjadi pada Selasa (20/9/2016) malam.

Pertama, karena faktor curah hujan tinggi serta adanya alih fungsi hutan di bagian hulu.

“Akar mula (banjir bandang) dari hulu. Data awal sudah kita kantongi,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (3/7/2016), dikutip dari Okezone.

“Kedua adanya peralihan kawasan hutan lindung jadi perkebunan rakyat.” tambahnya.

Serta yang krtiga, “Kemudian adanya lokasi tempat wisata,” ujarnya.

Dari semua hasil investigasi di lapangan tersebut, Yusri menyebut nantinya akan dikemukakan dalam rapat dengan berbagai instansi termasuk perhutani.

“Apakah itu hutan lindung atau bukan. Kenapa dijadikan tempat wisata? Siapa yang kasih izin?” ujarnya.

Saat ini, polisi terus menggali penyebab banjir bandang Garut. Hal ini sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Polda Jabar langsung menerjunkan tim dari Dit Reskrimsus untuk mencari penyebab terjadinya banjir bandang.