Masuki Gaza, Kapal Aktivis Perempuan Ditahan Pasukan Israel

697 views
Ilustrasi Pasukan angkatan laut Israel menyerbu kapal Zaytouna dari Freedom Flotilla pada 5 Oktober 2016/ International Committee for Breaking the Siege of Gaza

GAZA – Sejumlah aktivis solidaritas perempuan yang tergabung dalam Women Boats Gaza (WBG) yang melakukan perjalanan menuju Gaza, Palsetina untuk memberikan bantuan, dengan menggunakan kapal Zaytouna dilaporkan telah dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel.

Diketahui jalur Gaza berada dalam kepungan Israel, dan saat dalam perjalanan ke Jalur Gaza yang terkepung, awak kapal yang berjumlah 15 orang tersebut ditahan, menurut keterangan langsung yang dirilis oleh kelompok Freedom Fotilla di media sosial.

Pesan video yang dirilis oleh kelompok Freedom Flotilla melaporkan para perempuan tersebut dicegat dan dibawa oleh pasukan Israel dalam perjalanan ke pantai Gaza.

Sesaat sebelum rilis video, Al Jazeera melaporkan bahwa aktivis akan ditahan dan dibawa ke pelabuhan Israel Ashdod, untuk kemudian dideportasi.

Dalam perjalanannya mereka telah mencapai kurang dari 70 mil laut dari pantai Gaza, dimana Israel secara sepihak menyatakan zona tersebut sebagai “zona eksklusi militer,”.

Dilansir maanews, koalisi Freedom Flotilla yang membawahi gerakan aktivis wanita ini merilis pernyataan yang menyerukan pemerintah , pejabat publik dan orang-orang yang berhati nurani untuk mendukung secara terbuka hak lintas tanpa hambatan untuk navigasi sipil damai, dan untuk mendukung kebebasan penuh bagi semua warga Palestina dari Gaza.

Atas kejadian ini, Sekretaris Jenderal Saeb Erekat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengutuk perbuatan militer Israel yang telah menangkap para aktivis wanita tersebut.

“Kami sangat mengutuk agresi Israel terhadap Flotilla internasional yang saat ini berusaha untuk memecahkan pengepungan Israel ilegal kepada lebih dari 1,8 juta orang di Gaza,” kata Erekat dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyerukan kepada kekuatan pendudukan untuk segera membebaskan mereka, serta negara-negara mereka, termasuk Spanyol, Swedia, Norwegia, Australia, Kanada dan Amerika Serikat, untuk melakukan segala kemungkinan untuk mencegah Israel dari melanggar hak-hak warga negara mereka. ” tegasnya.