Banjir Surut, Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi Dompet Dhuafa Jawa Tengah membagikan 6000 liter air untuk korban banjir Grobogan. Foto:DD Jateng

BEKASI – Meskipun banjir di Perumahan Harapan Baru II, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, mulai surut tetapi warga terkendala dengan kesulitan mendapatkan air bersih.

Salah seorang warga, Ahmad Rohelmi, 46, mengatakan, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi berhenti sejak banjir menerjang permukiman, Minggu (19/2/2017).

Ia menambahkan jikapun air mengalir sangat kecil, dan butuh waktu satu malam untuk memenuhi satu ember ukuran 20 liter.

Apalagi menurutnya warga membutuhkan banyak air untuk membersihkan sisa lumpuh dan sampah. mereka dipenuhi sampah dan lumpur. Karena air bersih tidak ada, warga akhirnya membiarkan lantai rumah mereka dipenuhi lumpur  dan mulai mengering.

“Air galon isi ulang hanya digunakan untuk memasak, enggak mungkin buat memberihkan rumah dari lumpur. Rumah dibiarkan saja seperti ini dulu sampai air PAM mengalir,” katanya, dilansir metrotvnews.

Zulkifli, Ketua RW 02 di perumahan setempat, mengungkapkan setidaknya ada 150 kepala keluarga yang kesulitan air bersih.

Ia menjelaskan jika pihak berwenang sudah pernah ditanya warga, tetapi tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Instansi itu menyebut mereka belum memiliki alat pendeteksi kerusakan. “Mereka tak bisa menyebutkan apa yang jadi penyebab berhentinya pasokan air,” jelas dia.

Kepala Bagian Humas dan Hukum PDAM Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, menyatakan terhentinya pasokan air disebabkan adanya kerusakan pipa di daerah Duta Kranji, Bekasi Barat. Meski begitu, Endang memastikan persoalan pipa tersebut sudah ditangani petugas. Lembaganya telah memperbaiki kerusakan tersebut pada Rabu 23 Februari petang. Tapi pihaknya akan mendeteksi lagi untuk mencari penyebabnya, jika masih ada yang mati.