1,6 Juta Penduduk Indonesia Idap TB

241 views
Ilustrasi TB.

JAKARTA (KBK) – Berdasarkan data yang dilansir WHO per tahun 2016 jumlah penderita Tuberkulosis (TB) di dunia capai 10,4 juta kasus. Dari jumlah tersebut 1,6 juta diantaranya diidap masyarakat Indonesia.

Menurut Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FTSPI) TB masih lekat dengan stigma penyakit orang miskin karena biasa terjadi di daerah padat dengan sistem ventilasi buruk.

“Namun nyatanya penularan TB sangat masif kepada siapa pun tanpa memandang ststus sosial ekonominya,” jelas Arifin dalam diskusi bertema “Rekomendasi Penanggulangan TB di Indonesia” di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (8/3).

Setidaknya terdapat 5 tipe TB berdasarkan tingkat resistensi terhadap pengobatan yang mesti diwaspadai masyarakat Indonesia. Pertama Mono-resistance yakni resistensi terhadap pengobatan lini pertama obat anti TB. Berikutnya Poly resistance, resistensi terhadap lebih dari satu obat anti TB lini pertama selain isnoizid dan rifampicin. Ketiga Multidrug resistance, selanjutnya Extensive drug resistance.

“Resistensi ini resisten terhadao obat yang mengandung spektrum fluoroquinolone atau setidaknya satu dari tiga lini kedua obat suntik capreomycin kanamycin and amikacin dengan tambahan dari multidrug resistance,” jelas Arifin.

Terakhir adalah Rifampicin reaistance. Arifin menambahkan pengobatan TB membutuhkan kedisiplinan dalam jangka poanjang dengan minimal waktu 6 bulan di jam yang sama setiap hari. Obat anti TB juga menimbulkan efek samping berupa rasa mual.

Arifin juga mengingatkan pasien TB yang tam rutin berobat, pentakitnya dapat meningkat statusnya menjadi TV Multidrug resistance sehingga membutuhkan pengobatan dengan dosis yang lebih tinggi.

“Dampak buruknya TB tipe ini dapat langsung menularkab penyakitnya kepada orang lain dengan status langsung ke tingkat tiga. Oleh karena itu pengidap TB wajib rutin mengobati penyakitnya jangan bandel. TB dengan kemiskinan kaitannya sangat erat, ” tutup Arifin.