Persembahan RISHA, Agar Korban Bencana Bahagia

Manager Recovery DMC Dompet Dhuafa Asep Beny, (kiri) bersama Pengawas Proyek Pembangunan RISHA untuk korban bencana banjir bandang Garut 2016, di Lengkong Jaya, 10 Maret 2017 . Foto: Maifil/KBK

Memasuki daerah persawahan, di kawasan Lengkong Jaya, Garut, Jumat Sore (10/3/2017), dengan jalan kecil yang hanya bisa dilewati 1 mobil, pengendara harus berhati-hati. Kalau ada mobil lain berlawanan arah melewati jalan yang sama, salah satunya harus mengalah, berhenti dan menepi ke tempat yang agak lapang, sehingga memungkinkan untuk kedua mobil bisa melintas dan berpapasan.

Di kiri dan kanan jalan  itu, terlihat sebagian sawah baru saja dipanen pemilik, tapi banyak juga sawah yang sudah selesai dibajak dan diisi air. Kemudian oleh petani, sawah yang sudah diairi itu ditebar bibit ikan, yang menurut penduduk setempat, ikan-ikan itu akan dipanen nanti, ketika padi hendak ditanam.

Di kejauhan dari kawasan itu, terlihat Gunung Guntur dengan kokoh menjaga kawasan Kota Garut dan sekitarnya. Puncaknya diselimuti awan, yang di selanya membias cahaya matahari senja. Dan di sekitar lahan persawahan, untuk mengisi senja, sekelompok anak muda Garut berkumpul di salah satu sawah luas yang baru saja dipanen. Mereka ke sana menggunakan motor, dengan masing-menyandang sebuah sangkar yang di dalamnya berisi 3 sampai 9 ekor burung dara, yang orang Garut menyebutnya Japati.

Sudah menjadi kebiasaan bagi anak muda Garut, di sore hari jika cuaca cerah, mereka melakukan balap Japati. Masing-masing anak muda sama-sama  melepas seekor Japati jantan. Mereka lempar ke udara. Japati itu meliuk-liuk dan terbang jauh, kemudian ia dipanggil dengan mengepakkan sayap Japati betina, Japati jantan tadi akan datang kembali ke tuannya yang memegang Japati betina itu secepat-cepatnya. Japati yang paling jauh terbang dan cepat kembali, itulah yang menang. Taruhan mereka bisa berbagai macam, tapi kesenanganya tidak dapat dinilai dengan apapun, hal itu membuat mereka menyandu melakukannya.