Asteroid Menengok Pilgub DKI?

Begitu hebohnya Pilgub DKI, Asteroid ZO25 pun ingin melongok, mendekati bumi.

SEBETULNYA Pilgub di DKI Jakarta sudah sering digelar. Tapi gara-gara ada politisasi agama, jadi paling heboh sepanjang sejarah. Hanya memilih gubernur saja, hebohnya melebihi pemilihan presiden. Maka ada yang bilang: Pilgub yang rasa Pilpres. Saking hebohnya Pilgub putaran II yang dilangsungkan hari ini, benda langit yang namanya Asteroid JO25 rupanya penasaran juga. Dia akan nglongok sebentar mendekati bumi, tepat hari ini: Rabu, 19 April 2017.

Istilah asteroid memang hanya akrab bagi para ahli astronomi semisal Prof. Dr. Bambang Hidayat dari Bandung. Orang kebanyakan lebih tahu dengan Astrid Susanto, guru besar Sosiologi Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Almarhumah (tutup usia 13 April 2006) yang putri Prof Sunario Menlu era Bung Karno itu,  pernah juga menjadi anggota MPR/DPR (1987-1992). Tentunya lebih dikenal orang kota yang berusia 40 tahun ke atas.

Untuk generasi sekarang usia 30 tahun ke bawah termasuk para ABG (juga Anak Bakul Getuk), pasti lebih kenal dengan Astrid Tiar, itu lho bintang iklan, pemain sinetron dan foto model. Bagi mereka penggemar sinetron, termasuk para TKW domestik (pembantu) pasti langsung terbayang wajahnya ketika mendengar nama Astrid Tiar yang dulu ikut main di sinetron Pernikahan Dini itu.

Sebaliknya jika soal Astrid Tiar ini ditanyakan kepada Prof. Dr. Bambang Hidayat mantan Direktur Observatorium Bosscha Bandung (1968-1999), kemungkinan besar akan menggelengkan kepala. Beliau pasti lebih akrab dengan asteroid dan segala masalah planet bumi, karena itu memang ilmu yang menjadi “makanan” sehari-harinya. Bayangkan, sejak usia 20 tahun (1954) hingga pensiun dari Guru Besar ITB tahun 2004, priyayi Kudus (Jateng) ini memang selalu menggeluti ilmu perbintangan.

Tapi jangan salah, ilmu perbintangan sang profesor sangat berbeda dengan perbintangan Leo-Scorpio yang ditekuni Wong Kam Fu dan Tengku Mahyudin Msc di majalah Selecta, Jakarta tahun 1970-an dulu. Bukan saja Selecta, hampir setiap majalah di Indonesia tak pernah absen dengan ramalan bintang semacam itu. Meski hanya kebetulan saja, banyak pembaca yang percaya. Hanya dikatakan: rejeki lancar, asmara mengalami pasang surut, pemilik bintang Scorpio atau Sagitarius senangnya bukan main.

Tapi ilmu perbintangan (astronomi) yang ditekuni Prof. Dr. Bambang Hidayat bukanlah ramalan, tapi berdasarkan perhitungan nyata. Maka jika dikatakan tanggal 11 Juni 1983 akan terjadi gerhana matahari total (GMT), pada hari itu memang benar-benar terjadi gerhana matahari. Cuma waktu itu belum ada internet, sehingga ketika Menpen Harmoko bersafari untuk menjelaskan bahayanya menatap langsung GMT, penduduk yang dilintasi gerhana matahati itu tak berani keluar rumah. “Aja metu sik, mengko picak lho mripatmu (jangan keluar dulu, nanti buta matamu),” kata orangtua waktu itu.

Sekarang pihak NASA (lembaga antariksa AS) memberitakan bahwa, tanggal 19 April 2017 ini Asteroid ZO25 akan melintas dekat bumi, setelah “kunjungan” terakhirnya tahun 2004 lalu. Tapi meski dekat bumi, jarak dari Asteroid dengan bumi itu masih 1,5 juta Km, sehingga dipastikan aman, tidak akan menabrak bumi.

Mengapa Asteroid JO25 berputar mendekati bumi?  Agaknya dia mendengar heboh Pilgub DKI Jakarta di bumi. Gara-gara kabar tersebut, rupanya benda langit yang berdiameter 650 meter itu jadi penasaran. Seperti apa sih Pilkada di Jakarta itu, kok sampai dikatakan Pilgub rasa Pilpres? Wong hanya Pilkada, kok penduduk Jakarta jadi heboh seperti habis menelan pil koplo.

Semoga saja Pilgub hari ini berlangsung aman, para pemilih tetap berpikir dewasa. Siap menang, tapi juga siap kalah. Yang menang tak perlu jumawa, yang kalah jangan pula ngamuk. Jika sampai terjadi rusuh, bisa saja Asteroid diserempetkan ke bumi sebagai peringatan Allah. Jika bumi sampai penyok diserempet Asteroid JO25, mau diketok magic di mana coba? (Cantrik Metaram)