Kalah-Menang: Permainan Menuju Keseimbangan.

Bukan pri atau non pri, bukan pula muslim dan non muslim. Siapa pun boleh dan bisa menjadi pemimpin di Indonesia.

Negeri dan bangsa ini lebih perlu manusia berakhlak mulia yang disertai perbuatan dan karya nyata untuk kebaikan sesama, terutama berlaku adil dan menghormati hak kaum dhuafa, orang miskin, mayoritas penduduk negeri ini.

Kaum dhuafa, kaum yang lemah, harus dibebaskan, dimerdekakan dari dominasi kaum yang lebih kuat dalam ilmu, teknologi, ekonomi dan jaringan lokal, nasional dan global.

Kaum miskin harus diberdayakan agar dapat mandiri melalui peningkatan kemampuan ekonomi, kwalitas kesehatan, pendidikan, keberbudayaan (etika dan estetika) dan imam-taqwa.

Persaingan memicu kemajuan, kalah-menang seringkali karena kepiawain dalam permainan dan Keberuntungan, untuk menuju keseimbangan.

Yang menang dan yang kalah adalah satu, semua berasal dari Dzat Yang Satu, pemilik dan pemberi keberuntungan.

Kita semua adalah saudara, sesama makhluk ciptaan Nya. Jakarta, 20.4.17 (ph).