Ahok Divonis 2 Tahun, Pendukungnya Menangis

Tangisan pendukung Ahok setelah vonis dibacakan hakim. Foto: Jun Aditya/KBK

JAKARTA (KBK) – Alunan lagu poco-poco melantun keras. Ratusan massa berbaju kotak-kotak pun berjoget bersama. Ada yang mengibarkan bendera merah putih ada juga yang sambil memegang sekuntum mawar.

Namun setelah Hakim membacakan putusan semuanya berubah. Tawa ceria yang sempat menghiasi wajah mereka sirna. Hanya teresan air mata yang kini terlihat. Mata mereka memerah, lembar demi lembar tisu putih pun kuyup akibat luapan air mata yang tak terbendung.

Begitulah suasana sidang pembacaan putusan dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok atas dakwaan menistakan agama.

Robert salah seorang massa pendukung mengatakan bahwa dirinya sengaja bolos kerja karena ingin mendukung Ahok. Menurutnya Ahok merupakan korban dari elit politik.

“Kami terus mendukung di sini hingga tetes darah penghabisan,” katanya, Selasa (9/5/2017).

Hal serupa juga dilakukan Hilda massa pendukung lainnya yang membawa beberapa bunga untuk mendukung Ahok. Menurut ibu rumah tangga tersebut ia juga akan membawa bunga jika Ahok dijebloskan ke LP Cipinang, Jakarta Timur.

“Saya ingin keadilan, Ahok tidak bersalah,” ujarnya sambil mengelap pipi yang basah terkena tetesan air mata.

Dari pantauan KBK di lapangan usai pembacaan putusan hakim sempat terjadi keributan kecil akibat 2 orang yang di duga provokator menyusup ke tengah massa. Akibat peristiwa tersebut kini aparat kepolisian merapatkan barisan dengan membentuk pagar betis persis di persimpangan Simatupang-Ragunan.

Dalam putusannya Ahok terbukti bersalah dan dikenakan hukuman kurungan selama 2 tahun