Setelah Jon Badri Cari Pinjaman Sana Sini untuk Biaya Sekolah Anaknya

PADANG–Tak mau pendidikan Sang Putri terkendala, Jon Badri (54), berusaha mencari pinjaman uang ke sana- sini. Ia juga berusaha meminta bantuan dari berbagai lembaga sosial guna menutupi tunggakan uang sekolah putrinya, Tri Rezki Laillatul Qadri (17), yang duduk di bangku kelas X SMA PGAI Padang.

Ini adalah perjuangan seorang Ayah. Meski penghasilan dari pekerjaan sehari-hari Jon Badri sebagai buruh bangunan pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan harian, bersama sang Istri, ia bertekad agar tiga anaknya mendapat bekal pendidikan yang lebih baik.

“Padahal sang istri juga menderita sakit, dan operasi payudara pada 2011 lalu, namun Pak Jon tak bergeming, tetap berkeinginan agar anak-anak beliau kelak menjadi generasi yang sukses berbekal pendidikan yang beliau usahakan,” ungkap Layanan Mustahik Dompet Dhuafa Singgalang, Fauzi Yandri.

Di SMA PGAI, Putri Bungsunya menerima memo saat hendak mengikuti ujian. Ternyata, ia belum menuntaskan masalah administrasi saat awal masuk sekolah dulu. Beruntung pihak sekolah memberi kelonggaran untuk ia menyelesaikan masalah administrasi. Sehingganya, Pak Jon mencoba mencari peruntungan.

“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa Singgalang memudahkan pengajuan saya 15 Mei lalu, setidaknya tunggakan sekolah dapat saya cicil dan sedikitnya telah terbantu jalan keluarnya,” Pak Jon  menghaturkan rasa terimakasih beliau.

Pak Jon tinggal bersama keluarganya di Warga Komplek Lubuk Gading IV Blok E No.6 RT 002 RW 015 Kel. Lubuk Buaya. Ia mengaku, pendidikan anak-anak adalah salah satu yang ingin ia perjuangkan. Bahkan kini salah satu anaknya telah melanjutkan pendidikan di Universitas Bung Hatta (UBH) melalui jalur Bidik Misi.

Dompet Dhuafa Singgalang, salah satu solusi keterbatasan umat dalam berbagai permasaalahan. Menyalurkan kewajiban zakat dan dana sosial lainnya lewat lembaga, tentu lebih optimal karena lembaga akan menyasar dan menjangkau penerima manfaatnya lebih luas dan tepat.

Tak hanya itu, pengelolaan dana juga diikuti ikhtiar merubah masyarakatnya lebih berdaya. Sehingga aktivitas penyaluran zakat tak hanya membuat penerimanya konsumtif, namun juga turut mempertanggungjawabkan dana umat yang diamanahkan pada mereka. (nisa)