Narkoba Lemahkan Ketahanan Bangsa

459 views
Kejahatan narkoba yang semakin marak mengancam ketahanan bangsa Indonesia (hipwee.jpg)

MAYORITAS masyarakat Indonesia mencemaskan  dan menilai, kejahatan narkoba yang semakin meluas terutama di kalangan generasi muda sudah sampai pada taraf mengancam ketahanan bangsa .

Hal itu tercermin dalam jajak pendapat terhadap 534 responden berusia minimal 17 tahun yang dilakukan Litbang harian Kompas di 14 kota besar, 2 sampai 4 Agustus lalu.

Sebanyak 88,6 responden persen menjawab “ya”, sangat mengancam ” atas pertanyaan: ”Menurut anda, apakah kejahatan narkoba sudah sampai taraf mengancam ketahanaan bangsa?”

Sebagian atau 7,5 persen responden menjawab ”ya, tapi masih tahap awal”, sementara 2,5 persen menjawab “tidak mengancam” dan 1,3 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Bahkan hampir seluruh responden (98,9 persen) menyatakan kehawatiran mereka terhadap peredaran narkoba saat ini, dan hanya 0,7 persen yang tidak merasa khawatir dan 0,4 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Dari data dan fakta, memang ancaman kejahatan narkoba sudah di depan mata dari sisi jumlah korban yang tewas akibat mengonsumsi barang haram itu dan meningkatnya jumlah penyitaan oleh aparat negara dan semakin meluasnya wilayah penggunaannya.

Baru-baru ini saja tercatat tiga kasus penyitaan narkoba dalam jumlah besar oleh aparat kepolisian yakni satu ton sabu bernilai sekitar Rp2 triliun yang diselundupkan melalui kapal laut dari Taiwan ke pantai Anyer, Banten, 281,6 kg sabu di Penjaringan Utara, Jakarta dan 1,2 juta butir pil ekstasi di kawasan ibukota lainnya.

Lebih memprihatinkan lagi jika menyaksikan fakta, 40 sampai 50 orang – sebagian besar pada usia produktif – meregang nyawa setiap hari, sekitar 1.250 orang setiap bulan atau 15.000 orang setiap tahun  akibat mengosumsi narkoba. Dua dari 100 pelajar dan mahasiswa menggunakan narkoba.