Tahun ini, Indeks Kebahagiaan Sumbar Alami Peningkatan

PADANG – Berdasarkan hasil survey BPS, Sumatra Barat masuk dalam jajaran provinsi paling bahagia di posisi 10 di Indonesia dan  berhasil melompat jauh dibanding hasil survei pada 2014 yang menobatkan Sumbar bertengger di tiga terbawah dalam survei indeks kebahagiaan.

Hasil survei tahun ini, Sumbar duduk di posisi ke-10 dengan skor 72,43 dari skala 100. Capaian Sumatra Barat lebih tinggi dari tingkat indeks kebahagiaan nasional sebesar 70,69.

Kepala BPS Sumatra Barat Sukardi menjelaskan bahwa perbaikan indeks kebahagiaan yang dialami oleh Sumatra Barat didorong oleh nyaris di seluruh aspek, termasuk pendapatan rumah tangga, kesehatan, keharmonisan rumah tangga, penerimaan diri, atau urusan pekerjaan dan usaha.

Perhitungan indeks kebahagiaan di Sumatra Barat mengambil 2.550 sampel rumah tangga yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Indeks kebahagiaan diukur dari tiga dimensi yakni kepuasaan hidup, perasaan, dan makna hidup. Berbeda dengan survei-survei lain yang dilakukan BPS yang bersifat kuantitatif, survei yang mencoba menakar kadar kebahagiaan warga Sumbar ini bersifat kualitatif.

Menurut Sukardi,  penyusun kebahagiaan tertinggi masyarakat Sumbar adalah keharmonisan rumah tangga dengan skor tertinggi sebesar 81,28 dan terendahnya oleh pendidikan dan keterampilan dengan nilai 60,53.

 

“Kalau dilihat dari status, ternyata istri lebih bahagia dibanding suami sebagai kepala rumah tangga. Mungkin, kepala rumah tangga banyak tekanan. Untuk dimensi kepuasan hidup secara total juga lebih bahagia pasangannya,” ujar Sukardi, Selasa (15/8/2017), dikutip Republika.

Secara umum, berbagai aspek perhitungan indeks kebahagiaan di Sumatra Barat mengalami peningkatan. Sukardi menilai, peningkatan kebahagiaan di Sumatra Barat linier dengan penurunan angka kemiskinan.