Myanmar dan Bangladesh Tandatangani Kesepakatan Pemulangan Rohingya

91 views
Ilustrasi pengungsi rohingya/ Anadolu

BANGLADESH – Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani kesepakatan untuk mengembalikan ratusan ribu pengungsi Rohingya, yang telah berlindung di kota perbatasan Cox’s Bazar setelah tindakan keras brutal oleh militer.

Kementerian luar negeri Myanmar mengkonfirmasi penandatanganan kesepakatan tersebut pada hari Kamis (23/11/2017) tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Saya tidak menemukan pernyataan yang jelas bagaimana pengungsi ini akan dipulangkan. Saya tidak yakin apakah mereka akan diizinkan untuk kembali ke desa asal mereka,” kata aktivis Rohingya Nay San Lwin kepada Al Jazeera.

“Sepertinya mereka akan ditempatkan di kamp-kamp sementara, dan kemudian para pengungsi akan dikurung di kamp-kamp untuk waktu yang lama seperti orang Rohingya di Sittwe selama lebih dari lima tahun sekarang” tambahnya lagi.

Menteri Myanmar  mengatakan mereka akan memulangkan maksimal 300 pengungsi setiap hari. Jadi diperlukan waktu hingga dua dekade untuk memulangkan semua pengungsi tersebut.

Scott Heidler dari Al Jazeera, melaporkan dari Yangon, mengatakan kesepakatan tersebut merupakan hasil tekanan internasional yang terus meningkat di Myanmar.

“Bagi Myanmar, ini sangat penting karena ini menunjukkan beberapa kemajuan dalam krisis Rohingya ini,” kata Heidler.

San Lwin mengatakan bahwa pengungsi seharusnya tidak kembali jika kewarganegaraan dan hak dasarnya tidak dijamin.