Pemberdayaan Hingga Akhir Zaman

Direktur Corsec dan Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Yudha Abadi. Foto: Jun Aditya

JAKARTA (KBK) – Memasuki 25 tahun ke dua, Dompet Dhuafa memantapkan diri untuk terus berkhidmat membantu kaum dhuafa.

Direktur Corsec dan Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Yudha Abadi mengatakan usia 25 tahun bukanlah masa yang pendek.

Guna menginjak usia 25 tahun ke dua di 2018 ini Dompet Dhuafa, kata Yudha tetap ingin terus ada memberdayakan umat.

“Kami tidak ingin berhenti di 25 tahun ke dua atau 25 tahun ke tiga tetapi Dompet Dhuafa ingin terus ada melayani umat hingga akhir zaman,” ujar Yudha dalam Publik Ekspose Dompet Dhuafa di Jakarta (30/1).

Yudha menambahkan
selama 25 tahun itu pula Dompet Dhuafa berdiri tanpa ada banchmark dari lembaga mana pun termasuk pemerintah. Namun kata Yudha, di 25 tahun ke dua ini Dompet Dhuafa perlu melakukan sinergi agar bangsa Indonesia tak selalu tertinggal.

Ada pun menurut Yudha di 25 tahun ke dua ini Dompet Dhuafa memiliki tantangan berupa 25 juta warga miskin yang belum tersentuh akses pembangunan. Dari jumlah tersebut ujar Yudha, Dompet Dhuafa baru bisa menyentuh 1,7 juta kaum dhuafa penerima manfaat.

“Dari 1,7 juta tersbut 73 persen dari mereka tidak dapat mengakses fasilitas publik karena faktor identitas, teknis dan pendididkan,” papar Yudha.

“Mereka tidak bisa sejahtera dengan hanya satu sektor pelayanan publik saja seperti kesehatan dan ekonomi. Tetapi untuk menggerakan ekonomi dibutuhkan semua ekosistem dan ini yang akan dilakulan DD dalam 25 tahun ke dua. Kami buat ekosistem pemberdayaan umat,” tuturnya.